Menu

Mode Gelap
Anak Harimau Sumatera Tampil Perdana, Gubernur Lampung Resmikan Nama Grand Final Muli Mekhanai 2026, Gubernur Dorong Generasi Muda Promosikan Lampung PTPN I Regional 7 Tegaskan Langkah Hukum Kasus Pencurian Karet Sudah Proporsional Pemprov Lampung Percepat Eliminasi TBC melalui Kolaborasi Multisektoral Pemprov Lampung Dorong GAPEMBI Jadi Garda Terdepan Penyediaan Pangan Sehat BRILink Agen Hadir di Ujung Keramikan Suoh, Permudah Akses Layanan Keuangan Masyarakat

Hukum

Pj Gubernur Lampung Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi 2024 di Jakarta

badge-check


					Pj Gubernur Lampung Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi 2024 di Jakarta Perbesar

Jakarta—Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin, menghadiri rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi tahun 2024 yang diselenggarakan bersamaan dengan Rakor Implementasi Perpres 19/2024 dan kegiatan Main Bareng Gim Lokal di Jakarta pada Senin (7/10/2024).

Dalam Rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa inflasi year-on-year dari September 2024 terhadap Agustus 2023 tercatat sebesar 1,84%. Sementara itu, inflasi month-on-month untuk September 2024 terhadap Agustus 2024 mengalami deflasi sebesar -0,12%.

Menurut Mendagri Tito, angka inflasi saat ini merupakan yang terendah dalam sejarah pelaksanaan Rakor pengendalian inflasi, bahkan mungkin sejak kemerdekaan Indonesia, baru kali ini inflasi menyentuh angka 1%.

“Data inflasi nasional menunjukkan tren yang signifikan. Pada November 2009, rata-rata inflasi berada di angka 9,09%. Periode 2009-2014 tercatat 5,62%, 2014-2019 sebesar 4,14%, dan periode 2019-2024 turun menjadi rata-rata 2,84%,” ungkap Tito.

Data perkembangan inflasi ini juga sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo serta Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.

Tito menambahkan bahwa inflasi terbagi menjadi dua kategori: inflasi inti dan inflasi volatile. Inflasi inti meliputi kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan makanan, sementara inflasi volatile dipengaruhi oleh dinamika pasar, terutama di sektor pangan dan energi.

Menutup paparannya, Medagri Tito Karnavian menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Lembaga Kementerian dan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/ kota yang telah bekerja bersama untuk menjaga inflasi. (*).

Baca Lainnya

Tiga Polisi Gugur Ditembak Saat Gerebek Arena Sabung Ayam di Way Kanan

17 Maret 2025 - 15:06 WIB

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri

4 Maret 2025 - 06:19 WIB

BRI Pastikan Simpanan Nasabah Aman Terkait Danantara

28 Februari 2025 - 06:56 WIB

Anggota DPRD Lampung Fraksi PKS M Syukron Muchtar Isi Tarhib Ramadan

26 Februari 2025 - 03:19 WIB

Natar Reborn U11 & U12 Sukses Menjuarai GEAS National Championship Cup 8

25 Februari 2025 - 02:48 WIB

Trending di Hukum