Menu

Mode Gelap
Warga Sekitar TPAS Karangrejo Berharap Pemkot Metro Berikan Kompensasi dan Layanan Kesehatan Calon Rektor Unila 2027–2031 Harus Berintegritas, Berwawasan Internasional, dan Selayaknya sudah Bergelar Guru Besar Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Tinjau Kesiapan Calon Siswa dan Dukungan bagi Keluarga Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Pesenggiri Festival 2026 Harganas ke-33, Pemprov Lampung Perkuat Pembangunan SDM Melalui Ketahanan Keluarga Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Bangun Lampung Maju

Berita Utama

Calon Rektor Unila 2027–2031 Harus Berintegritas, Berwawasan Internasional, dan Selayaknya sudah Bergelar Guru Besar

badge-check


					Calon Rektor Unila 2027–2031 Harus Berintegritas, Berwawasan Internasional, dan Selayaknya sudah Bergelar Guru Besar Perbesar

Bandar Lampung – Menjelang pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, sejumlah pandangan mengenai sosok ideal pemimpin perguruan tinggi mulai mengemuka. Salah satunya disampaikan oleh Prof. Dr. Nairobi, guru besar bidang ekonomi publik sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung.

Menurut Prof. Nairobi, seorang calon rektor harus memiliki integritas yang tinggi, wawasan internasional, serta selayaknya telah mencapai jenjang karier akademik tertinggi sebagai profesor atau guru besar. Selain itu, calon rektor juga dinilai perlu memiliki jejaring yang kuat di tingkat nasional untuk mendukung pengembangan institusi dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Umumnya calon rektor itu berintegritas, berwawasan internasional, selayaknya mencapai jenjang karier fungsional tertinggi yaitu profesor, serta memiliki jejaring nasional dan internasional yang baik,” ujar Prof. Nairobi.

Ia juga menilai bahwa latar belakang calon sebagai putra daerah maupun bukan putra daerah tidak seharusnya menjadi persoalan dalam proses pemilihan rektor. Menurutnya, ketentuan tersebut tidak tercantum dalam persyaratan resmi sehingga tidak layak dijadikan dasar penilaian.

“Kalau terkait asli putra daerah itu tidak masalah, baik putra daerah maupun bukan, karena tidak ada dalam persyaratan. Menurut saya, jika itu dijadikan ukuran justru terlalu rasis,” katanya.

Prof. Nairobi menegaskan bahwa kesempatan untuk menjadi Rektor Universitas Lampung terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan dan memiliki komitmen untuk memajukan kampus. Kesempatan tersebut, kata dia, berlaku sama bagi laki-laki maupun perempuan.

“Siapa pun yang ingin memajukan Unila dan memenuhi syarat, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah syarat-syarat umum harus terpenuhi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses pemilihan Rektor Universitas Lampung periode 2027–2031 diharapkan mengedepankan prinsip meritokrasi dengan menilai kapasitas, integritas, kompetensi akademik, pengalaman kepemimpinan, serta kemampuan membangun jejaring nasional dan internasional. Dengan demikian, sosok yang terpilih diharapkan mampu membawa Universitas Lampung semakin maju, berdaya saing, dan memiliki reputasi yang kuat di tingkat nasional maupun global.

Baca Lainnya

Warga Sekitar TPAS Karangrejo Berharap Pemkot Metro Berikan Kompensasi dan Layanan Kesehatan

17 Juli 2026 - 15:45 WIB

Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Tinjau Kesiapan Calon Siswa dan Dukungan bagi Keluarga

3 Juli 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Pesenggiri Festival 2026

3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Harganas ke-33, Pemprov Lampung Perkuat Pembangunan SDM Melalui Ketahanan Keluarga

2 Juli 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Bangun Lampung Maju

2 Juli 2026 - 15:06 WIB

Trending di Berita Utama