Menu

Mode Gelap
Tim Inkanas Lampung Berangkat ke Seleknas, Targetkan Hasil Maksimal di Tengah Keterbatasan Peradi–UBL Buka PKPA 2026, Tegaskan Standar dan Integritas Profesi Advokat Ulama Didorong Jadi Garda Perdamaian Global, Deputi Kemenko PMK Soroti Peran Strategis di Lampung Dr. Marzuki Dilantik Jadi Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Periode 2026-2030 Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027 IJP Lampung Meriahkan Hari Kartini dengan Laga Minisoccer Pakai Daster

Uncategorized

Gubernur Arinal Panen Kopi dan Tinjau Lokasi Penanaman Sistem Tumpang Sari Kopi dan Lada di Lampung Barat

badge-check


					Gubernur Arinal Panen Kopi dan Tinjau Lokasi Penanaman Sistem Tumpang Sari Kopi dan Lada di Lampung Barat Perbesar

 

LAMPUNG BARAT —– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan panen kopi dan meninjau lokasi sistem tumpang sari (intercropping) kopi-lada di Pekon Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, Rabu (29/5/2024).

Inovasi penanaman tumpang sari antara tanaman kopi dan lada ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas dari usaha taninya sehingga menambah pendapatan petani.

Arinal mengatakan komoditas kopi dan lada merupakan komoditas unggulan Provinsi Lampung.

“Dengan inovasi ini diharapkan dapat memaksimalkan produksi dan produktivitas kebun sehingga dapat menambah pendapatan petani,” ujar Arinal.

Arinal menjelaskan tanaman lada yang digunakan ini menggunakan benih lada sambung melada dengan varietas lada natar I yang dikembangkan oleh Universitas Lampung.

Saat ini umur lada sambung yang telah dikembangkan di Kabupaten Lampung Barat kurang lebih berumur 1 tahun dan dapat mulai dipanen saat berumur 2 tahun.

“Benih ini tahan terhadap penyakit phytophthora (penyakit busuk pangkal) yang menjadi masalah utama budidaya lada,” katanya.

Arinal menjelaskan Provinsi Lampung sendiri merupakan sentra penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia.

Berdasarkan Data Statistik Perkebunan Provinsi Lampung Tahun 2022 perkebunan kopi di Provinsi Lampung memiliki luas areal sebesar 155.165 ha dan memiliki kapasitas produksi 113.739 ton yang seluruhnya dikelola rakyat.

“Provinsi Lampung telah ditetapkan indikasi geografis Kopi Robusta pada Tahun 2014 dan ada tiga kabupaten terbesar penghasil kopi di Lampung dan yang pertama adalah Lampung Barat sebesar 55.080 ton. Untuk ekspor kopi Robusta Tahun 2022 Provinsi Lampung adalah sebesar 283.814 Ton dengan nilai 536 juta US$,” ujarnya.

Ia menyebutkan ada beberapa program utama pembangunan sub sektor perkebunan dengan sasaran peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain Kartu Petani Berjaya (KPB) dan Revitalisasi Lada.

“Kemudian, meningkatkan Daya Saing Kopi, Kakao dan Komoditas Unggulan Lainnya serta Mencegah dan Memberantas Peredaran Pupuk Palsu,” katanya.

Ia berharap semoga pembangunan sub sektor perkebunan di Provinsi Lampung dapat terus meningkat, baik produksi dan produktivitasnya sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan peningkatan nilai ekspor.

“Yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani dan dalam rangka mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kabupaten Lampung Barat Nukman menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang sudah banyak memberikan bantuan kepada petani Lampung Barat.

“Ke depan Insha Allah program beliau (Gubernur) akan kita lanjutkan. Karena luar biasa program beliau KPB yang telah membuktikan petani kita sukses,” ujar Nukman.

Dalam kesempatan itu, diberikan sejumlah bantuan seperti sembako, pestisida, kompor gas dan alas terpal untuk pengeringan kopi dan lada.(Adpim)

Baca Lainnya

Pemprov Lampung Dorong 1.000 Lulusan SMA Tembus Kerja Internasional

21 April 2026 - 14:02 WIB

Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya

14 April 2026 - 05:56 WIB

Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Dimulai, Warga Tulang Bawang Sambut Antusias

7 April 2026 - 04:18 WIB

Gubernur Mirza Resmikan 2.651 Posbankum di Lampung, Dorong Akses Keadilan hingga Desa

9 Maret 2026 - 15:21 WIB

Pemprov Lampung Beri Dukungan Nyata bagi Pesantren untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan

7 Maret 2026 - 19:38 WIB

Trending di Uncategorized