Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Riki Erta meminta kepada semua elemen masyarakat untuk tidak menyalahkan Walikota Eva Dwiana, pasca Bandar Lampung diguyur hujan terus menerus selama beberapa pekan ini dan mengakibatkan banjir. Menurut Riki, pernyataan ini bisa dimaksudkan untuk menekankan bahwa banjir bukan semata-mata akibat kelalaian kepala daerah atau pemerintah daerah. Banjir sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, seperti perubahan iklim, pengelolaan lingkungan yang buruk, dan bahkan perilaku masyarakat yang tidak peduli terhadap keberlanjutan alam.
Meskipun kepala daerah memegang peran penting dalam merencanakan dan melaksanakan kebijakan untuk mengurangi risiko banjir, faktor-faktor eksternal seperti curah hujan ekstrem, konversi lahan, atau pembangunan yang tidak terkendali sering kali menjadi penyebab utama. Oleh karena itu, perlu pendekatan yang holistik yang melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah pusat.
Namun, meski demikian, kepala daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan yang efektif dalam penanggulangan dan mitigasi banjir serta penyediaan infrastruktur yang tepat guna mengurangi dampaknya.

Riki mengimbau seluruh masyarakat Bandar Lampung untuk bersatu menghadapi bencana banjir yang melanda kota ini. Menurutnya, alih-alih saling menyalahkan, termasuk menyudutkan Pemerintah Kota dan Wali Kota Eva Dwiana, masyarakat perlu menjadikan bencana ini sebagai momentum memperkuat solidaritas.
“Menyalahkan Wali Kota Eva Dwiana saja bukanlah solusi. Yang diperlukan sekarang adalah kolaborasi semua pihak untuk mengatasi masalah banjir ini. Masyarakat, akademisi, aktivis, dan profesional perlu bersatu menyumbangkan ide-ide yang dapat diwujudkan pemerintah demi mencegah banjir berulang,” kata Riki Erta.
Riki menambahkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung selama ini telah berupaya maksimal dalam menangani masalah banjir, termasuk melalui pembangunan dan perbaikan drainase, pengerukan sungai, serta pembersihan sampah dari aliran air. Namun, intensitas curah hujan yang tinggi tetap menjadi tantangan besar.
“Banjir memang merupakan bencana alam yang seringkali sulit dikendalikan. Namun, kita sebagai masyarakat harus menyadari bahwa solusi tidak hanya bisa bergantung pada pemerintah. Peran serta masyarakat sangat penting untuk kesuksesan berbagai program penanggulangan banjir,” kata Riki.
Riki juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Jangan terus-terusan saling menyalahkan. Daripada hanya mengkritik tanpa memberi solusi, lebih baik kita mulai introspeksi diri. Apakah kita sudah berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan? Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya? Hal-hal sederhana seperti ini bisa memberi pengaruh besar dalam mencegah terjadinya banjir,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, IWO Lampung mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang kebersihan lingkungan melalui berbagai kampanye dan aksi bersama. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua sebagai warga Bandar Lampung. Dengan gotong-royong dan kesadaran kolektif, saya yakin masalah banjir dapat kita atasi bersama,” demikian kata Riki.










