Menu

Mode Gelap
Disdik Lampung Rotasi 51 Kepala SMA/SMK Negeri, Dorong Peningkatan Kinerja Diserbu Pendaftar, Satu Pilihan Jadi Penentu Lolos Tidaknya PMB MIN 2026 Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007 DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Bandar Lampung

Bandar Lampung Segera Miliki Kereta Gantung Pertama, Dibiayai Investor Tiongkok

badge-check


					Bandar Lampung Segera Miliki Kereta Gantung Pertama, Dibiayai Investor Tiongkok Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana membangun kereta gantung pertama di Provinsi Lampung tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, menegaskan bahwa proyek ini sepenuhnya akan dibiayai oleh investor asal Tiongkok. “Saat ini masih dalam proses lobi dengan pihak investor. Jadi, anggarannya bukan dari APBD,” kata Dedi kepada wartawan di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Selasa (3/6/2025).

Dedi menjelaskan, inisiatif pembangunan kereta gantung ini berasal dari Pemkot Bandar Lampung sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata dan penataan kota. Namun, pelaksanaan proyek akan langsung ditangani pihak investor, bukan Dinas PU. “Pembangunannya nanti langsung dikerjakan pihak mereka. Kami hanya mendukung secara teknis dan koordinasi antarinstansi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyebut kereta gantung ini akan menjadi wahana wisata yang terinspirasi dari kereta gantung di Thaif (Arab Saudi) dan Singapura, namun dengan kapasitas yang lebih kecil.

Proyek tersebut direncanakan memanfaatkan lahan seluas dua hektare di sekitar rumah dinas wali kota. Saat ini, Pemkot juga tengah mengurus izin ke Kementerian Kelautan. “Kalau di Thaif dan Singapura kapasitasnya 8-10 orang, mungkin di kita bisa 6-7 orang per kabin,” ujar Eva Dwiana.

Bunda Eva, sapaan akrabnya, berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar proyek ini segera terealisasi. “Insyaallah, mohon doanya. Ini akan kita manfaatkan untuk mendukung sektor pariwisata di Bandar Lampung,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Diserbu Pendaftar, Satu Pilihan Jadi Penentu Lolos Tidaknya PMB MIN 2026

14 April 2026 - 05:59 WIB

Jelang Mudik, Gubernur Lampung Tinjau Perbaikan Jalan di Pesawaran

28 Februari 2026 - 15:46 WIB

Muhammadiyah Kota Bandar Lampung Terima Wakaf Madrasah Ibtidaiyah dari Yayasan Pendidikan Pajajaran

14 Februari 2026 - 16:45 WIB

Pemprov Lampung Pastikan Penerbangan Perdana ke Kuala Lumpur Tanpa Biaya APBD

12 Februari 2026 - 17:06 WIB

Sekdaprov Lampung Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 19 Prajurit Marinir Beruang Hitam

29 Januari 2026 - 17:29 WIB

Trending di Bandar Lampung