Menu

Mode Gelap
Dari Lampung, Paris hingga Jakarta: Prof. Warsito Didorong Kembali Membangun Universitas Lampung BKK Kelas I Panjang Perkuat Deteksi Dini TB, HIV dan Malaria di Tiga Pintu Masuk Lampung Gubernur Lampung Lepas 598 Pramuka di Jamnas XII 2026 HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Danbrigif 4 Marinir Siap Bersinergi dengan PWI BKK Kelas I Panjang dan Seluruh Insan Maritim Susun Dokumen Rencana Kontingensi di Pelabuhan Teluk Semaka Analisis Penyebab Banjir di Kecamatan Rajabasa: Hasil Observasi Lapangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung

Berita Utama

Wagub Lampung Ikuti Peluncuran Indikator IPKD MCP 2025 untuk Tingkatkan Pencegahan Korupsi Daerah

badge-check


					Wagub Lampung Ikuti Peluncuran Indikator IPKD MCP 2025 untuk Tingkatkan Pencegahan Korupsi Daerah Perbesar

BANDAR LAMPUNG —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengikuti Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 melalui Virtual Zoom di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Bandarlampung, Rabu (5/3/2025).

Acara ini juga diikuti Inspektur Provinsi Lampung Bayana, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Elvira Umihani dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Slamet Riadi.

Peluncuran Indikator IPKD MCP tahun 2025 ini sendiri dilakukan oleh Ketua KPK-RI Setyo Budiyanto dan diisi sejumlah narasumber terkait anti korupsi.

MCP digelar KPK melalui Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, dan merupakan implementasi pelaksanaan kolaborasi dan sinergi antara KPK, BPKP dan Kementerian Dalam Negeri dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah agar semakin baik dan berdampak positif untuk percepatan terwujudnya ekosistem pencegahan anti korupsi.

Indikator ini menjadi salah satu alat untuk mengukur efektivitas langkah-langkah pencegahan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mendukung MCP KPK 2025, yaitu penetapan proyek strategis daerah, pemenuhan indikator yang menjadi area pencegahan korupsi, pendataan rencana aksi setiap area, koordinasi yang baik antara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemerintah daerah dirasa perlu menjadikan MCP sebagai alat utama dalam mengidentifikasi resiko korupsi serta meningkatkan transparansi tata kelola dan sistem pengawasan.

Dengan penerapan MCP yang optimal, daerah dapat memperoleh manfaat signifikan, seperti peningkatan akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta memperkuat pengawasan internal.

Baca Lainnya

Dari Lampung, Paris hingga Jakarta: Prof. Warsito Didorong Kembali Membangun Universitas Lampung

13 Agustus 2026 - 13:23 WIB

BKK Kelas I Panjang Perkuat Deteksi Dini TB, HIV dan Malaria di Tiga Pintu Masuk Lampung

13 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Lampung Lepas 598 Pramuka di Jamnas XII 2026

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Danbrigif 4 Marinir Siap Bersinergi dengan PWI

11 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Analisis Penyebab Banjir di Kecamatan Rajabasa: Hasil Observasi Lapangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung

3 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Trending di Berita Utama