Menu

Mode Gelap
Prof. Warsito Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031, Tekankan Amanah dan Integritas Gazebo Baru di Hargo Pancuran, Ikhtiar Mahasiswa KKN UML Sulap Taman Desa Jadi Ruang Publik yang Menawan Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan BPBD Lampung Siap Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diminta Waspadai Ancaman Bencana Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Berita Utama

Wagub Lampung Ikuti Peluncuran Indikator IPKD MCP 2025 untuk Tingkatkan Pencegahan Korupsi Daerah

badge-check


					Wagub Lampung Ikuti Peluncuran Indikator IPKD MCP 2025 untuk Tingkatkan Pencegahan Korupsi Daerah Perbesar

BANDAR LAMPUNG —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengikuti Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 melalui Virtual Zoom di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Bandarlampung, Rabu (5/3/2025).

Acara ini juga diikuti Inspektur Provinsi Lampung Bayana, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Elvira Umihani dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Slamet Riadi.

Peluncuran Indikator IPKD MCP tahun 2025 ini sendiri dilakukan oleh Ketua KPK-RI Setyo Budiyanto dan diisi sejumlah narasumber terkait anti korupsi.

MCP digelar KPK melalui Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, dan merupakan implementasi pelaksanaan kolaborasi dan sinergi antara KPK, BPKP dan Kementerian Dalam Negeri dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah agar semakin baik dan berdampak positif untuk percepatan terwujudnya ekosistem pencegahan anti korupsi.

Indikator ini menjadi salah satu alat untuk mengukur efektivitas langkah-langkah pencegahan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mendukung MCP KPK 2025, yaitu penetapan proyek strategis daerah, pemenuhan indikator yang menjadi area pencegahan korupsi, pendataan rencana aksi setiap area, koordinasi yang baik antara seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemerintah daerah dirasa perlu menjadikan MCP sebagai alat utama dalam mengidentifikasi resiko korupsi serta meningkatkan transparansi tata kelola dan sistem pengawasan.

Dengan penerapan MCP yang optimal, daerah dapat memperoleh manfaat signifikan, seperti peningkatan akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta memperkuat pengawasan internal.

Baca Lainnya

Prof. Warsito Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031, Tekankan Amanah dan Integritas

19 Agustus 2026 - 03:18 WIB

Gazebo Baru di Hargo Pancuran, Ikhtiar Mahasiswa KKN UML Sulap Taman Desa Jadi Ruang Publik yang Menawan

17 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan

16 Agustus 2026 - 06:56 WIB

BPBD Lampung Siap Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diminta Waspadai Ancaman Bencana

16 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka

16 Agustus 2026 - 06:51 WIB

Trending di Berita Utama