Menu

Mode Gelap
Disdik Lampung Rotasi 51 Kepala SMA/SMK Negeri, Dorong Peningkatan Kinerja Diserbu Pendaftar, Satu Pilihan Jadi Penentu Lolos Tidaknya PMB MIN 2026 Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007 DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Berita Utama

RSUDAM Bekerja dengan Hati, Layani Pasien Seperti Saudara Sendiri

badge-check


					RSUDAM Bekerja dengan Hati, Layani Pasien Seperti Saudara Sendiri Perbesar

Lampung — Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung angkat bicara terkait isu dugaan penelantaran dan pemaksaan pasien untuk pulang lebih awal.  Pasalnya, Pihak manajemen rumah sakit berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien tanpa pandang bulu.

Plt. Direktur Utama RSUDAM dr. Imam Ghozali mengatakan, bahwa sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung, RSUDAM menerima pasien dari berbagai fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama maupun lanjutan. “RSUDAM ini rumah sakit pusat rujukan. Pasien bisa datang dari mana saja, dan kami berusaha memberikan pelayanan terbaik. Tapi tentu, ekspektasi tiap orang terhadap layanan bisa berbeda-beda. Ini menjadi cermin bagi kami untuk terus berbenah,” kata Ghozali kepada awak media, Jumat (4/7/2025).

Menanggapi adanya keluhan masyarakat, kata Ghozali, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan evaluasi dan perbaikan sistem, khususnya terkait prosedur pemulangan pasien. “Kita akan benahi sistem pemulangan. Jika sebelumnya dianggap belum layak dipulangkan, sekarang kita pastikan ada dua tahapan assessment, dari sisi medis dan dari sisi keperawatan,” terangnya.

Langkah ini, menurutnya, bertujuan agar keputusan pemulangan pasien tidak hanya berdasarkan penilaian dokter, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pasien dari aspek keperawatan. “Soal keluhan pasien yang merasa dipulangkan saat belum pulih. secara medis pasien tersebut sudah dinyatakan layak kontrol jalan, dan bahkan disarankan kembali dalam waktu seminggu ke poli paru, mengingat keluhan utamanya,” ucapnya

Bahkan, sambung Ghozali, jika filosofi pelayanan RSUDAM yang berlandaskan jargon “Puakhi”, akronim dari Profesional, Unggul, Adil, Bertanggung Jawab, dan Hati yang Ikhlas, yang dalam bahasa Lampung berarti ‘saudara’. “Semua pasien yang datang ke sini kami anggap saudara. Kami bekerja dengan hati, melayani dengan cinta. Bergerak bersama, berkembang bersama,” ungkapnya

Dengan penuh semangat. Ghozali menambahkan, RSUDAM adalah rumah sakit tipe A dengan standar Kementerian Kesehatan RI. Meski sistem pelayanan mengikuti rujukan berjenjang, pihaknya tidak pernah menolak pasien. “Dari faskes tingkat 1, 2, hingga 3, semua kami terima. Karena bagi kami, siapa pun yang datang ke RSUDAM adalah orang yang membutuhkan pertolongan, dan layak diperlakukan sebagai saudara,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Disdik Lampung Rotasi 51 Kepala SMA/SMK Negeri, Dorong Peningkatan Kinerja

14 April 2026 - 09:16 WIB

Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung

13 April 2026 - 14:55 WIB

Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007

13 April 2026 - 14:36 WIB

DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

13 April 2026 - 14:32 WIB

Pengukuhan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030, Dorong Reformasi Sistem dan Peningkatan Mutu Pendidikan

13 April 2026 - 14:27 WIB

Trending di Berita Utama