Menu

Mode Gelap
Disdik Lampung Rotasi 51 Kepala SMA/SMK Negeri, Dorong Peningkatan Kinerja Diserbu Pendaftar, Satu Pilihan Jadi Penentu Lolos Tidaknya PMB MIN 2026 Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007 DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Uncategorized

Puluhan Siswa SD Keracunan, Hasil Lab Sebut Lele Goreng MBG Tercemar Bakteri Salmonella

badge-check


					Puluhan Siswa SD Keracunan, Hasil Lab Sebut Lele Goreng MBG Tercemar Bakteri Salmonella Perbesar

TANGGAMUS – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SDN 1 Way Jaha, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, mulai menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium UPTD Balai Labkesda Provinsi Lampung memastikan bahwa menu lele goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercemar bakteri berbahaya, termasuk Salmonella.

Temuan ini memantik reaksi keras publik. Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Tanggamus, Yuliar Baro atau akrab disapa Bang Vero, menilai dapur pengolahan makanan MBG sebagai penyebab utama keracunan.

“Dapur MBG itu jelas kumuh, jorok, dan sama sekali tidak layak! Anak-anak sampai keracunan karena makanan dari dapur seperti kandang ayam. Tidak ada alasan lagi, dapur MBG yang jadi sumber penyakit harus segera ditutup permanen,” tegasnya.

Vero menilai kasus tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk kegagalan serius pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan. Ia menekankan, program MBG yang semestinya mendukung gizi anak sekolah justru berbalik membahayakan kesehatan.

“Program makan bergizi itu seharusnya menyehatkan, bukan malah mencelakakan. Kalau dapur masih jorok begini, lebih baik dihentikan saja daripada anak-anak jadi korban,” lanjutnya.

LPKNI Tanggamus, kata Vero, akan mendorong aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah tegas. Selain menindak pengelola dapur MBG, ia juga mendesak agar seluruh dapur yang tidak memenuhi standar kebersihan segera ditutup.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Tanggamus terkait hasil laboratorium dan tuntutan penutupan dapur MBG tersebut.

 

Baca Lainnya

Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya

14 April 2026 - 05:56 WIB

Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Dimulai, Warga Tulang Bawang Sambut Antusias

7 April 2026 - 04:18 WIB

Gubernur Mirza Resmikan 2.651 Posbankum di Lampung, Dorong Akses Keadilan hingga Desa

9 Maret 2026 - 15:21 WIB

Pemprov Lampung Beri Dukungan Nyata bagi Pesantren untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan

7 Maret 2026 - 19:38 WIB

Peluncuran Koran IJP, Gubernur Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan

2 Maret 2026 - 15:52 WIB

Trending di Uncategorized