Menu

Mode Gelap
Disdik Lampung Rotasi 51 Kepala SMA/SMK Negeri, Dorong Peningkatan Kinerja Diserbu Pendaftar, Satu Pilihan Jadi Penentu Lolos Tidaknya PMB MIN 2026 Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007 DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Berita Utama

Pj Gubernur Samsudin Buka Temu Bisnis Produk Perkebunan dan Saksikan Pelantikan Pengurus DRKI Wilayah Lampung Masa Bakti 2024-2029

badge-check


					Pj Gubernur Samsudin Buka Temu Bisnis Produk Perkebunan dan Saksikan Pelantikan Pengurus DRKI Wilayah Lampung Masa Bakti 2024-2029 Perbesar

BANDARLAMPUNG —– Pj. Gubernur Lampung Samsudin membuka Acara Temu Bisnis Produk Perkebunan sekaligus menyaksikan pelantikan Pengurus Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) Wilayah Lampung masa bakti 2024-2029, di Ballroom Hotel Swissbell, Bandar Lampung, Selasa (2/7/2024).

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Samsudin menjelaskan bahwa Kegiatan Temu Bisnis Produk Perkebunan di Provinsi Lampung merupakan salah satu upaya pengembangan pemasaran dan keberlanjutan kemitraan antara pekebun dan pelaku usaha sektor perkebunan khususnya komoditas kakao, kopi, dan rempah.
“Business Matching mempertemukan visi dan tujuan bersama dalam mewujudkan pertumbuhan sektor perkebunan di Provinsi Lampung,” ujar Samsudin.

Menurutnya, ini merupakan momentum bagi industri dan perdagangan di Provinsi Lampung untuk memperluas cakupan pasar, meningkatkan daya saing produk, dan menciptakan nilai tambah yang signifikan dari produsen perkebunan. Sehingga output dari kegiatan ini yaitu dihasilkannya penandatanganan kesepahaman atau perjanjian Kerjasama antara pelaku usaha dengan trader.

Samsudin menjelaskan bahwa peran dan kontribusi sub sektor perkebunan menunjukan hasil yang positif dalam mendukung pembangunan, khususnya pembangunan sektor pertanian, baik berperan langsung terhadap pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, perolehan devisa negara melalui kegiatan ekspor hasil perkebunan dan menjaga kelangsungan program ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data BPS Tahun 2023, perekonomian Provinsi Lampung masih didominasi oleh lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan konstribusi terhadap Produk Dosmetik Regional Bruto (PDRB) sebesar: 27,29 %, untuk sub sektor perkebunan pada tahun 2023 menyumbang PDRB sebesar 6,39 %.

Dalam Acara Temu Bisnis Produk Perkebunan di Provinsi Lampung, juga dilaksanakan Pelantikan Pengurus Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) Wilayah Lampung masa bakti 2024-2029, yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perkumpulan Dewan Rempah Kejayaan Indonesia Nuning S Barua.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 07/DRKI-SK/VI-2024.

Atas pelantikan tersebut, Pj. Gubernur Samsudin mengucapkan selamat kepada Pengurus Dewan Rempah Kejayaan Indonesia Wilayah Lampung yang telah dilantik. “Saya mewakili masyarakat Provinsi Lampung mengharapkan kerjasama dan peran serta DRKI untuk lebih mengoptimalkan agribisnis rempah di Provinsi Lampung,” ujarnya.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan selama ini oleh Dewan Kejayaan, bisa menghasilkan sebuah hasil yang maksimal dan betul-betul mengembalikan kejayaan perkebunan di Provinsi Lampung,” harap Pj. Gubernur Samsudin.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perkumpulan Dewan Rempah Kejayaan Indonesia Nuning S Barua menyampaikan bahwa Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang Kuat dan Kita Kaya akan Rempah beserta kekayaan Hayati-nya. Dimana, Lampung merupakan pusat Lada hitam termasuk juga Kopi, dan coklat, dan juga komoditi perkebunan lainnya.

Pada saat ini, jelasnya, Indonesia harus fokus untuk dapat meningkatkan kejayaan rempah, karena banyak kendala antara lain penurunan kualitas dan kuantitas produksi, harga yang tidak stabil, kurangnya infrastruktur dan fasilitas pendukung. Kemudian, menurunnya penelitian dan juga pengembangan bidang rempah, dan lainnya.

“Dengan adanya tantangan tersebut, diharapkan kita tetap bersama-sama meningkatkan infrastruktur, melakukan pelatihan dan pemberdayaan petani, maupun umkm. Kemudian, investasi dan aktivitas riset dan pengembangan, diversifikasi produk, serta stabilitas harga,” jelasnya.

Nuning menuturkan bahwa pelantikan (Pengurus Dewan Rempah Kejayaan Indonesia Wilayah Lampung) ini merupakan tonggak sejarah bagaimana pentingnya kita melakukan secara organisasi untuk dapat meningkatkan hasil rempah yang ada di Provinsi Lampung.

“Kita akan bersatu padu untuk dapat meningkatkan, dan masing-masing dapat menjalankan tugas, sehingga kita dapat meningkatkan kualitas dan mendukung produktivitas rempah, penguatan kolaborasi, Pemberdayaan petani dan hak usaha, promosi dan pemasaran yang efektif, serta pelestarian dan pengembangan,” ungkapnya.

Nuning berharap melalui pelantikan Pengurus Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) Wilayah Lampung masa bakti 2024-2029 akan dapat semakin memperkuat tongkat langkah strategis dalam meningkatkan sektor rempah. (*)

Baca Lainnya

Disdik Lampung Rotasi 51 Kepala SMA/SMK Negeri, Dorong Peningkatan Kinerja

14 April 2026 - 09:16 WIB

Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung

13 April 2026 - 14:55 WIB

Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007

13 April 2026 - 14:36 WIB

DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

13 April 2026 - 14:32 WIB

Pengukuhan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030, Dorong Reformasi Sistem dan Peningkatan Mutu Pendidikan

13 April 2026 - 14:27 WIB

Trending di Berita Utama