Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Uncategorized

Lampung Fest 2025 Hadir November, Tanpa APBD Andalkan Kolaborasi Komunitas

badge-check


					Lampung Fest 2025 Hadir November, Tanpa APBD Andalkan Kolaborasi Komunitas Perbesar

Lampung Fest akan hadir pada 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Hadir dengan format berbeda, festival ini jadi panggung kolaborasi masyarakat, komunitas kreatif, dan dunia usaha untuk menggerakkan pariwisata Lampung. Festival ini bukan hanya menjadi ajang seni dan budaya, melainkan juga tonggak awal penerapan program Lampung Boemi Event yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Lampung Kreatif (FOLK).

Menarikanya, penyelenggaraan festival ini tidak menggunakan dana APBD sama sekali.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan Lampung Fest lahir sebagai strategi menjawab tantangan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

“Salah satu cara mengundang pergerakan wisatawan adalah dengan mengadakan event. Selain itu, kami ingin meningkatkan spent money, atau uang yang dibelanjakan wisatawan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

 

Melalui Lampung Fest 2025, kata Bobby, seluruh unsur akan dilibatkan, mulai dari pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, asosiasi, komunitas, UMKM, BUMN, akademisi, hingga media.

 

“Semua bersinergi untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Lampung. Festival ini sekaligus menjadi festival pertama yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal,” tambahnya.

 

Target Ambisius

 

Festival yang akan digelar selama lima belas hari ini menargetkan 200 ribu pengunjung.

 

“Kami berharap sektor kuliner dan musik menjadi yang paling tumbuh dari festival ini, karena dua sektor itu paling dekat dengan masyarakat,” jelas Bobby.

 

Tanpa APBD, Mengandalkan Kolaborasi

 

Bobby menegaskan Lampung Festival 2025 sama sekali tidak menggunakan APBD. Pola pembiayaan diambil dari sponsor swasta, skema bagi hasil dengan UMKM, hingga tiket konser musik.

 

“Idealnya memang seperti ini. Pariwisata bisa bergerak tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah,” katanya.

 

Ia juga menekankan, peran FOLK tidak sekadar teknis, melainkan ikut diberi ruang untuk berkreasi.

 

“Konsep besar dan tema tetap dari pemerintah provinsi, tetapi komunitas diberi kebebasan berinovasi. Semangat kolaborasi ini yang kami jadikan ciri khas festival,” tegasnya.

 

Komunitas Ambil Alih Peran

 

Ketua FOLK, Riqwan Sahari, menegaskan komunitas hadir untuk menunjukkan bahwa masyarakat bisa mengambil peran nyata dalam pembangunan pariwisata.

 

“Kami tidak menunggu anggaran pemerintah. Banyak daerah lain seperti Jember, Banyuwangi, Dieng, atau Solo sudah berhasil membuat festival besar tanpa bergantung APBD. Lampung juga bisa,” kata Riqwan.

 

FOLK sendiri lahir dari kumpulan anak muda yang aktif menggelar event kuliner dan musik. Anggotanya beragam, mulai dari penggiat media sosial, pelaku event, pekerja kreatif, hingga komunitas UMKM.

 

“Dalam Lampung Festival ini, hampir semua hal dilakukan bersama-sama oleh anggota FOLK. Mulai dari kurasi acara, promosi, pencarian sponsor, sampai pengelolaan stand,” ujarnya.

 

Menurut Riqwan, indikator keberhasilan festival ini bukan hanya jumlah pengunjung, melainkan juga keterlibatan komunitas serta besaran transaksi ekonomi.

 

“Kami ingin festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Harapannya, manfaat bisa langsung dirasakan masyarakat, khususnya UMKM kuliner yang selalu mendapat tempat di acara kami,” jelasnya.

 

Riqwan menambahkan, festival ini tidak akan menarik biaya tiket masuk bagi pengunjung.

 

“Tidak ada biaya tiket masuk di Lampung Fest ini. Kami hanya berlakukan tiket untuk acara konser musik saja,” terang Riqwan.

 

Harapan dan Visi

 

Bagi FOLK, Lampung Festival 2025 bukan sekadar pesta rakyat, tetapi pembuktian bahwa masyarakat mampu menggelar acara besar dengan daya dukung sendiri.

 

“Kami ingin diakui bahwa komunitas juga bisa mengadakan acara yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Jika Lampung Fest ini sukses, kami siap terlibat lagi di event-event lain,” kata Ale.

 

Penyelenggaraan Lampung Festival 2025 dipandang sebagai momentum penting bagi Lampung untuk menata pariwisata berbasis kolaborasi.

 

“Festival ini diharapkan bukan hanya pesta budaya, melainkan model baru pariwisata Lampung yang bertumpu pada kolaborasi masyarakat,” pungkas Riqwan.

Baca Lainnya

Keselamatan Anak Didik Jadi Prioritas, PJJ di Lampung Berlanjut hingga 10 September

8 September 2026 - 17:12 WIB

KNPI Tuding Pemkot Bandar Lampung Biarkan Kebocoran PAD dan Pelanggaran Tata Ruang Demi Baliho Anak Wali Kota

7 September 2026 - 06:26 WIB

BKK Kelas I Panjang dan Seluruh Insan Maritim Susun Dokumen Rencana Kontingensi di Pelabuhan Teluk Semaka

11 Agustus 2026 - 13:14 WIB

YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Beras untuk Santri di Ponpes Nurul Anwar Lampung Tengah

12 Juni 2026 - 06:51 WIB

Pemprov Lampung Dorong 1.000 Lulusan SMA Tembus Kerja Internasional

21 April 2026 - 14:02 WIB

Trending di Uncategorized