Menu

Mode Gelap
Pemprov Lampung Lepas Ribuan Pemudik dengan Kereta Gratis Sejumlah Tempat Hiburan di Lampung Timur Bandel, Abaikan Instruksi Bupati untuk Tutup Jelang Idul Fitri IWO Lampung Berbagi Berkah Ramadan untuk Warga Membutuhkan Gubernur Lampung Tunaikan Zakat dan Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Baznas Wali Kota Eva Dwiana Salurkan Bantuan untuk 800 Tenaga Kebersihan Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Hadiri Undangan Berbuka Puasa Bersama Gubernur dan FOKAL IMM Lampung

Berita Utama

KKN Unila Sosialisasikan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Negeri Sakti

badge-check


					KKN Unila Sosialisasikan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Negeri Sakti Perbesar

Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode I tahun 2025 mengadakan sosialisasi pembuatan sabun cuci piring berbasis Texapon, SLS, dan garam di Desa Negeri Sakti, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara, Provinsi Lampung pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Program kerja ini diinisiasi oleh Bagus Kurniawan, Muhammad Iqbal, Ardina Putri, Kholda Nur Falahi, Bagas Fathal, Intan Zavira, dan Femila Aprilina, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fahrur Riza Priyana, M.T.

Kegiatan ini didasari oleh tingginya ketergantungan masyarakat Desa Negeri Sakti pada sabun cuci piring komersil serta minimnya pemahaman dalam proses pembuatan sabun. Selain itu, program ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengembangkan keterampilan baru, mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka dengan pemaparan materi mengenai pengenalan pembuatan sabun cuci piring, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun, prosedur pembuatan sabun, hingga praktik langsung pembuatan sabun cuci piring oleh para mahasiswa dan warga desa.

Sabun cuci piring buatan mahasiswa KKN ini dibuat dari kombinasi Texapon, SLS, dan garam serta tambahan pewangi dan pewarna dengan komposisi yang seimbang. Kombinasi bahan-bahan menciptakan sabun dengan busa melimpah, daya bersih optimal, dan tetap hemat biaya.

Texapon berperan sebagai surfaktan utama yang efektif mengangkat lemak dan kotoran, sementara SLS meningkatkan daya pembersih dan busa. Penambahan garam berfungsi sebagai pengental alami, sehingga menghasilkan tekstur sabun yang lebih stabil tanpa perlu bahan tambahan yang lebih kompleks.

Dengan komposisi ini, sabun cuci piring yang dihasilkan memberikan performa pembersih yang setara dengan sabun komersil, namun dengan bahan yang lebih sederhana, mudah dijangkau, dan menghasilkan lebih banyak sabun.

Bagus Kurniawan, salah satu mahasiswa KKN yang menggagas ide sosialisasi ini menyampaikan keinginannya sebagai mahasiswa jurusan Kimia dalam mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama menempu perkuliahan dengan memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci piring menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah dijangkau.

“Sebagai mahasiswa Kimia, saya ingin mengaplikasikan ilmu yang telah saya pelajari dengan memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci piring menggunakan bahan sederhana dan mudah dijangkau, baik di toko sekitar maupun toko online.” ujarnya.

Masyarakat desa sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Selain mendapat ilmu baru mengenai pembuatan sabun, kegiatan ini diharapkan dapat membantu warga lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, menghemat pengeluaran, dan membuka peluang usaha.

Baca Lainnya

Pemprov Lampung Lepas Ribuan Pemudik dengan Kereta Gratis

27 Maret 2025 - 04:16 WIB

Gubernur Lampung Tunaikan Zakat dan Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Baznas

26 Maret 2025 - 11:41 WIB

Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Hadiri Undangan Berbuka Puasa Bersama Gubernur dan FOKAL IMM Lampung

26 Maret 2025 - 03:18 WIB

Gubernur Mirza Ajak Alumni IMM Berkolaborasi Bangun Lampung Menuju Indonesia Emas 2045

25 Maret 2025 - 17:31 WIB

Gubernur Mirza Serahkan Bantuan Operasional untuk 1.561 SDM PKH Lampung

25 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Berita Utama