Menu ✖

Mode Gelap
Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung 2.753 Pasien TBC di Lampung Rentan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan 12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis, Pemprov Tekankan Manfaat untuk Masyarakat

Berita Utama

KKN Unila Inovasi Gula Cair Singkong di Desa Mulyosari

badge-check


					KKN Unila Inovasi Gula Cair Singkong di Desa Mulyosari Perbesar

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah dari sabang sampai merauke tidak terkecuali Provinsi Lampung tepatnya di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu produk lokal mentah yang melimpah yakni singkong.

Warga Desa Mulyosari yang merupakan mayoritas petani tidak menutup diri dalam menciptakan olahan-olahan dan inovasi yang tercipta dari bahan pangan dasar yakni singkong. Antusias yang tinggi mereka pupuk untuk menghidupi keluarga serta menambah pengetahuan di era modern saat ini.

Seperti gayung bersambut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) berhasil menjembatani ide-ide kreatif dan inovatif dengan sebuah Program Kerja Pembuatan Gula Cair Singkong (GUCASI). Program kerja tersebut dilaksanakan di Balai Dusun Enam, Desa Mulyosari.

Gula cair singkong merupakan larutan gula yang dihasilkan dari proses hidrolisis atau pemecahan pati singkong menggunakan enzim alfa-amilase dan glukoamilase. Bahan yang digunakan yakni singkong segar yang dikupas dan cuci bersih, lalu Enzim alfa-amilase untuk likuifikasi dan Enzim glukoamilase untuk sakarifikasi, serta air bersih.

Adapun alat yang digunakan diantaranya pisau, blender, kompor, pengaduk, pipet tetes, panci untuk pemanasan, saringan atau penyaring, dan botol untuk penyimpanan. Proses pembuatan gula cair singkong yang pertama yaitu persiapan bahan baku, kemudian ekstraksi pati singkong, dan likuifikasi atau pencairan pati.

Setelah itu terdapat tahap konversi ke gula, dan diakhiri dengan pengemasan. Karakterstik GUCASI yakni memiliki warna kuning pucat hingga cokelat keemasan, tekstur kental, dan rasa manis ringan. Kemudian mengandung glukosa, fruktosa, dan maltosa, serta mudah larut dalam air dan berasal dari hidrolisis pati singkong.

Produk olahan dari singkong ini memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai pengganti gula pasir dalam makanan dan minuman, indeks glikemik lebih rendah, lebih ramah bagi penderita diabetes, menjaga kelembapan makanan, cocok untuk roti, kue, dan permen. Selain itu bebas gluten dan alergen, cocok untuk diet khusus, serta lebih ramah lingkungan dibanding gual tebu.

Program Kerja Pembuatan GUCASI diinisiasi tim KKN Unila yang terdiri dari Rijal Rahman Hakim (Pendidikan Dokter’22), Galuh Dwi Utami (Akuntansi’22), Vannesa Novita Sari (Akuntansi ‘22), Tiara Brazeski (Kimia’22), Niken Nurhadz Febriyani (Ilmu Hukum’22), Intan Padu Hati Sitorus (Teknik Kimia’21), dan Aksal Alfarizki (Peternakan’22).

Dosen Pembimbing Lapangan Sutarto, SKM., M. Epid. juga turut membersamai tim. Program Kerja Pembuatan GUCASI yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Januari 2025 disambut dengan antusias oleh ibu – ibu Kelompok PKK dan Kelompok Wanita Tani Dusun Enam. Dalam demonstrasi pembuatan GUCASI, Intan Padu Hati Sitorus dan Tiara Brazeski selaku narasumber menyampaikan banyak ilmu menarik.

“Semoga kelompok yang sudah terbentuk saat demonstrasi dapat terus berlanjut, produk ini tidak hanya dapat dikonsumsi pribadi skala rumah tangga saja namun bisa bermanfaat dalam skala UMKM. Semoga produk ini menjadi salah satu inovasi pemanfaatan singkong yang memiliki nilai ekonomis, menjadi bahan alternatif dalam kesehatan,” pungkas Intan dan Tiara saat diwawancarai pada Jumat, 31 Januari 2025.

Rini Indri Yani selaku Ketua Kelompok PKK dan KWT Dusun 6 Desa Mulyosari mengapresiasi program tim KKN Unila, selain prosesnya pembuatannya relatif mudah, bahan dasar produk yakni singkong juga mudah ditemukan karena produk lokal desa. Ia berharap inovasi singkong menjadi gula cair ini dapat terus berlanjut, serta menjadi produk alternatif bahan pokok.

Baca Lainnya

Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik

16 September 2026 - 09:16 WIB

Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

10 September 2026 - 14:47 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

10 September 2026 - 11:24 WIB

2.753 Pasien TBC di Lampung Rentan Terdampak Abu Vulkanik

9 September 2026 - 17:26 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan

9 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Berita Utama