Menu ✖

Mode Gelap
Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung 2.753 Pasien TBC di Lampung Rentan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan 12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis, Pemprov Tekankan Manfaat untuk Masyarakat

Berita Utama

2.753 Pasien TBC di Lampung Rentan Terdampak Abu Vulkanik

badge-check


					2.753 Pasien TBC di Lampung Rentan Terdampak Abu Vulkanik Perbesar

LAMPUNG — Sebanyak 2.753 pasien tuberkulosis (TBC) yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian di tengah paparan abu vulkanik pascaerupsi.

Pasien tersebut tersebar di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Metro, serta sebagian wilayah Lampung Utara dan Lampung Tengah. Untuk Lampung Utara dan Lampung Tengah, wilayah yang masuk dalam pemantauan merupakan daerah yang terdampak secara parsial, sehingga tidak seluruh wilayah kabupaten mengalami paparan abu vulkanik.

Direktur ILS, Sudiyanto, mengatakan pasien TBC termasuk kelompok yang rentan terdampak abu vulkanik. Kondisi paru-paru dan saluran pernapasan pasien TBC cenderung lebih sensitif sehingga paparan debu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan.

“Walaupun erupsi sudah mereda, abu vulkanik masih berada di sekitar tempat tinggal warga karena belum adanya hujan. Akibatnya, debu masih beterbangan dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan,” ujar Sudiyanto.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian pasien TBC telah melaporkan mengalami gangguan pada saluran pernapasan setelah terpapar abu vulkanik.

Untuk mengurangi risiko paparan, ILS mengimbau pasien TBC agar sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah atau stay at home. Apabila memiliki keperluan mendesak dan harus keluar rumah, pasien dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup abu vulkanik.

Selain memberikan imbauan kepada pasien, ILS juga meminta seluruh kader melakukan pemantauan terhadap pasien di wilayah masing-masing. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih dini apabila pasien mengalami gejala atau gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan abu vulkanik.

“Kalau ada gejala dan gangguan dari abu vulkanik, kami meminta kader segera berkoordinasi dengan layanan kesehatan terdekat,” kata Sudiyanto.

ILS menilai pemantauan secara berkala penting dilakukan, terutama terhadap pasien TBC yang berada di wilayah terdampak. Dengan pemantauan tersebut, setiap keluhan atau perubahan kondisi kesehatan pasien diharapkan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan.

Kondisi abu vulkanik yang masih bertahan di lingkungan permukiman menjadi perhatian karena belum adanya hujan yang dapat membantu mengurangi debu di permukaan maupun yang beterbangan di udara. Karena itu, ILS mengingatkan pasien TBC untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi lingkungan masih dipenuhi abu vulkanik.

Baca Lainnya

Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik

16 September 2026 - 09:16 WIB

Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

10 September 2026 - 14:47 WIB

PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

10 September 2026 - 11:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan

9 September 2026 - 17:12 WIB

12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis, Pemprov Tekankan Manfaat untuk Masyarakat

9 September 2026 - 17:09 WIB

Trending di Berita Utama