Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Uncategorized

Gubernur Arinal Djunaidi Mengikuti Rakor Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023

badge-check


					Gubernur Arinal Djunaidi Mengikuti Rakor Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 Perbesar

BANDARLAMPUNG—Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI secara virtual dari Mahan Agung, Jumat (20/01/2023).

Membuka Rakor tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud MD, menyatakan bahwa sebagaimana prediksi BMKG bahwa pada tahun 2023 akan lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya, dan terdapat kemungkinan terjadinya elnino, sehingga diperkirakan terjadi peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti yang terjadi pada tahun 2019.

Pada tahun ini juga menurut Menko, tahun ini Indonesia diamanatkan sebagai ketua ASEAN dan memperoleh mandat untuk memimpin KTT ASEAN dan 3 KTT ASEAN terkait, yang pelaksanaannya akan dilaksanakan pada bulan Mei dan September yang diperkirakan akan menjadi puncak musim kemarau di tahun 2023.

“Oleh sebab itu, Saya minta pada semua Kementerian dan Lembaga, kepada Panglima TNI dan Kapolri, Kepala Daerah, Pangdam, Danrem, Kapolda dan stake holder serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling bahu-membahu dalam penanggulangan karhutla sesuai dengan amanat inpres No.3 Tahun 2020,” ujar Menko.

Selain Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, pada Rakor tersebut juga dilakukan pemaparan kondisi terkini mengenai karhutla oleh Menteri LHK, Kepala BMKG, Kepala BNPB, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta laporan dari beberapa Kepala Daerah dan Forkopimda Provinsi yang yang diindikasi rawan korhutla seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Riau.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi, dalam keterangannya usai mengikuti rakor tersebut menyatakan bahwa Provinsi Lampung dalam kondisi cukup aman dan tidak terlalu rawan ataupun rentan, hal tersebut dikarenakan tanah Lampung merupakan tanah mineral, tidak seperti Provinsi Sumsel, Riau, Jambi, dan sebagainya yang merupakan Tanah gambut.

“Memang Lampung banyak juga ditemui Hot spot tapi kan bukan berarti kebakaran hutan, di Jakarta juga banyak Hot spot, itu memang merupakan salah satu indikasi, jadi tetap kita waspadai, kita juga melakukan penyuluhan yang terus menerus untuk menanggulangi masalah tersebut,” ucap Kusnardi. (*).

Baca Lainnya

Keselamatan Anak Didik Jadi Prioritas, PJJ di Lampung Berlanjut hingga 10 September

8 September 2026 - 17:12 WIB

KNPI Tuding Pemkot Bandar Lampung Biarkan Kebocoran PAD dan Pelanggaran Tata Ruang Demi Baliho Anak Wali Kota

7 September 2026 - 06:26 WIB

BKK Kelas I Panjang dan Seluruh Insan Maritim Susun Dokumen Rencana Kontingensi di Pelabuhan Teluk Semaka

11 Agustus 2026 - 13:14 WIB

YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Beras untuk Santri di Ponpes Nurul Anwar Lampung Tengah

12 Juni 2026 - 06:51 WIB

Pemprov Lampung Dorong 1.000 Lulusan SMA Tembus Kerja Internasional

21 April 2026 - 14:02 WIB

Trending di Uncategorized