LAMPUNG SELATAN — Semangat gotong royong kembali terasa di Desa Kerinjing, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) bersama pemerintah desa dan masyarakat turun langsung mempersiapkan lapangan bola voli yang akan menjadi arena pelaksanaan turnamen olahraga desa.
Kegiatan yang berlangsung pada 1 Agustus 2026 itu tidak sekadar membersihkan dan mengecat lapangan. Di balik aktivitas sederhana tersebut, terselip semangat membangun ruang kebersamaan sekaligus menghadirkan energi positif bagi masyarakat melalui olahraga.


Mahasiswa KKN UML bersama perangkat Desa Kerinjing dan warga bergotong royong membersihkan area lapangan, merapikan lingkungan sekitar, hingga melakukan pengecatan sejumlah bagian lapangan. Setiap pekerjaan dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan fasilitas olahraga tersebut siap digunakan dalam pelaksanaan turnamen.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Rajabasa, Firdaus, dan Kepala Desa Kerinjing, H. Rohmat. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan pemerintah desa memperlihatkan dukungan terhadap kegiatan yang melibatkan mahasiswa KKN sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun partisipasi masyarakat.
Bagi mahasiswa KKN UML, keterlibatan langsung dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian penting dari pengabdian di luar ruang akademik. Kehadiran mereka tidak hanya ditujukan untuk menjalankan program kerja, tetapi juga membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah desa.
Sementara bagi masyarakat, lapangan bola voli memiliki arti lebih dari sekadar tempat berolahraga. Fasilitas tersebut dapat menjadi ruang pertemuan warga, tempat lahirnya semangat kompetisi yang sehat, sekaligus sarana mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Camat Rajabasa, Firdaus, menyampaikan bahwa gotong royong tersebut merupakan bagian dari persiapan bersama menjelang pelaksanaan turnamen bola voli di Desa Kerinjing.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan turnamen, dapat berlangsung dengan baik.
“Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Firdaus.
Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan kehidupan masyarakat tidak selalu dimulai dari program besar. Kadang, ia tumbuh dari aktivitas sederhana ketika mahasiswa, pemerintah dan warga memilih untuk turun tangan bersama.
Dari sebuah lapangan yang dibersihkan dan dicat, tumbuh ruang untuk berolahraga. Dari ruang olahraga, lahir interaksi. Dan dari interaksi itulah semangat kebersamaan masyarakat terus dirawat.
Kehadiran mahasiswa KKN UML di Desa Kerinjing pun menjadi bagian dari proses tersebut. Pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja, tetapi hadir melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, lapangan bola voli Desa Kerinjing kini dipersiapkan bukan hanya untuk menyambut sebuah turnamen, melainkan juga untuk menjadi ruang bersama bagi warga dalam merawat kebersamaan, sportivitas, dan semangat membangun desa.
Lampung Selatan Maju, Bismillah Bisa.










