Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Berita Utama

Rakor Penanganan Banjir, Pemprov Lampung Libatkan BBWS hingga BPBD

badge-check


					Rakor Penanganan Banjir, Pemprov Lampung Libatkan BBWS hingga BPBD Perbesar

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Banjir yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/9/2025).

Rapat ini digelar untuk mengantisipasi musim penghujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada Oktober mendatang.

Dalam arahannya, Wagub Jihan menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif. Mulai dari inventarisasi masalah yang pernah terjadi, penguatan sistem drainase, hingga optimalisasi waduk, embung, dan pintu air. “Saya ingin ada inventarisasi permasalahan banjir yang lalu. Apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum, dan apa yang perlu segera dilakukan. Kita juga harus memperkuat sistem drainase, inspeksi pintu-pintu air, serta mengoptimalkan waduk dan embung sebagai penampungan air,” ujar Jihan.

Selain infrastruktur, Wagub mendorong pembangunan sumur resapan di titik rawan banjir, manajemen air terpadu, hingga pemanfaatan pompa mobile. Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pun dinilai penting untuk mengatur debit air di wilayah Lampung.

Ia juga menginstruksikan peningkatan sistem peringatan dini bersama BMKG dan mengoptimalkan aplikasi Lampung-IN sebagai pusat laporan masyarakat. “Lampung-IN harus bisa menjadi pusat data laporan warga agar segera ditindaklanjuti bersama pemerintah kabupaten/kota,” tegasnya.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, memaparkan sejumlah bencana banjir yang terjadi sejak Agustus hingga September 2025. Di antaranya banjir di Tanggamus yang merendam 65 hektare sawah, banjir di Pesawaran yang menyebabkan longsor dan mengganggu akses transportasi, hingga banjir di Pesisir Barat yang merendam kantor pemerintahan. Banjir di Suoh, Lampung Barat bahkan mengakibatkan lima rumah hanyut. “Banjir tahun 2025 jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2024, disebabkan adanya anomali cuaca yang diprediksi BMKG,” kata Rudy.

BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini bahwa musim penghujan akan berlangsung mulai dasarian II Oktober hingga awal 2026. Untuk itu, BPBD Lampung bersama BNPB menyiapkan langkah mitigasi lanjutan, termasuk asesmen lapangan yang melibatkan tenaga ahli.

Kepala Dinas PSDA Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menambahkan pihaknya sedang melakukan normalisasi aliran sungai secara masif bersama pemerintah kabupaten/kota dan BBWS. Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memastikan kesiagaan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir, termasuk logistik obat-obatan dan fasilitas kesehatan. Menutup rapat, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, meminta seluruh organisasi perangkat daerah segera menindaklanjuti hasil koordinasi untuk memperkuat mitigasi sekaligus mempercepat respons darurat banjir di seluruh wilayah Lampung.

Baca Lainnya

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia

23 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots

23 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

23 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik

16 September 2026 - 09:16 WIB

Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

10 September 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama