Bandar Lampung, 13 Agustus 2026 – Indonesia menempati peringkat ke-2 di dunia dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) terbanyak setelah India. Jumlah penderita TBC di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari satu juta orang setiap tahunnya. Menghadapi kondisi tersebut, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang melaksanakan kegiatan Deteksi dini Faktor Risiko Penyakit Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, dan Surveilans Migrasi Malaria secara paralel pada 3 (tiga) lokasi dalam wilayah kerjanya.
Kegiatan Deteksi dini melalui skrining dengan populasi sasaran yang berbeda, diantaranya pekerja, pengguna Jasa untuk lokasi Bandara Radin Inten II.
Sedangkan sasaran skrining di Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni meliputi anak buah kapal, petugas keamanan pelabuhan, outsorcing kebersihan, Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Rabu dan Kamis tepatnya tanggal 13 dan 14 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini, strategi quick win dengan fokus pada identifikasi dini, peningkatan notifikasi kasus di kawasan bandara sebagai pintu masuk.

Sebanyak 300 orang dari pekerja, pengguna Jasa Bandara Radin Inten II ditambah Anak buah kapal, petugas keamanan pelabuhan, petugas kebersihan di Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni mengikuti kegiatan skrining yang meliputi konseling, pemeriksaan HIV menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), pemeriksaan malaria dengan RDT, serta penelusuran gejala yang mengarah pada tuberkulosis.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh responden telah mendapatkan konseling kesehatan, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang. Pemeriksaan dahak sejumlah 10 orang dengan batuk lebih dari 2 minggu. Pemeriksaan RDT HIV terhadap 300 responden menunjukkan hasil 100 % non reaktif, sementara pemeriksaan RDT malaria juga menunjukkan hasil 100 % non reaktif.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menyambut positif pelaksanaan kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Panjang. “Bandara Internasional Radin Inten II mendukung penuh kegiatan screening kesehatan ini sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit melalui pintu masuk transportasi udara. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BKK dan seluruh stakeholder dalam mendukung pemeriksaan TB, HIV, survei migrasi malaria, serta kegiatan kesehatan lainnya. Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit,” ujar Kiki.
Kepala Departemen Health Safety Environment PT ASDP, Setia Budi mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di Pelabuhan Bakuheni “ kami dari manajemen PT ASDP mengucapkan terimakasih atas perhatian BKK Panjang terhadap Kesehatan anak buah kapal kami”ujarnya
Selain itu Nahkoda Kapal KMP Legundi, Capt, Dwi Irianto juga menyampaikan hal yang sama’ Kami support atas kegiatan pemeriksaan Kesehatan terhadap ABK dan penggna jasa kami, mengingat PT ASDP berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa sehingga kami perlu memastian kapal kami bebas dari penyakit menular” ujarnya
Selain pemeriksaan HIV dan malaria, tim BKK Kelas I Panjang melakukan skrining gejala tuberkulosis melalui wawancara dan penilaian kondisi kesehatan peserta. Dari hasil skrining tersebut, tidak ditemukan responden yang mengalami gejala batuk selama lebih dari dua minggu, sehingga tidak dilakukan pengambilan sampel dahak (sputum).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular, khususnya TB, HIV/AIDS, dan malaria, yang berpotensi memengaruhi kesehatan pekerja serta mendukung upaya pencegahan penularan di lingkungan kerja pelabuhan. Deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus mencegah penyebaran penyakit di komunitas bandara dan Pelabuhan. BKK Kelas I Panjang menegaskan bahwa pelaksanaan skrining kesehatan secara berkala merupakan bagian dari penguatan sistem surveilans dan perlindungan kesehatan di wilayah Pelabuhan dan bandara. Melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, tindak lanjut terhadap responden yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan secara komprehensif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kesadaran petugas Pelabuhan, bandara, kru, dan pengguna jasa bandara terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di kawasan Pelabuhan Panjang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.










