Menu

Mode Gelap
Tim Inkanas Lampung Berangkat ke Seleknas, Targetkan Hasil Maksimal di Tengah Keterbatasan Peradi–UBL Buka PKPA 2026, Tegaskan Standar dan Integritas Profesi Advokat Ulama Didorong Jadi Garda Perdamaian Global, Deputi Kemenko PMK Soroti Peran Strategis di Lampung Dr. Marzuki Dilantik Jadi Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Periode 2026-2030 Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027 IJP Lampung Meriahkan Hari Kartini dengan Laga Minisoccer Pakai Daster

Berita Utama

Rakernas BEM SI XVIII, Gubernur Mirza Ajak Mahasiswa Perkuat Solidaritas Kebangsaan

badge-check


					Rakernas BEM SI XVIII, Gubernur Mirza Ajak Mahasiswa Perkuat Solidaritas Kebangsaan Perbesar

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Provinsi Lampung adalah provinsi yang terbuka untuk berkolaborasi dalam membangun semangat kebangsaan

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat membuka kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) ke-XVIII Tahun 2025 bertempat di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Selasa (23/09/2025).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung saya juga mengucapkan Selamat datang kepada seluruh peserta. Kehadiran saudara-saudara di Bumi ruwa Jurai adalah sebuah kehormatan bagi kami, bagi saya sekaligus penegasan bahwa Lampung adalah rumah yang terbuka, rumah yang terbuka bagi gagasan, rumah yang terbuka bagi kolaborasi dan rumah yang terbuka untuk semangat kebangsaan,” ucapnya.

Menurut Gubernur, Rapat kerja nasional ini merupakan momentum konsolidasi organisasi mahasiswa sekaligus wadah strategis untuk melahirkan gagasan besar untuk masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa peran pemuda sejak awal sejarah Indonesia terbukti mampu menjadi motor penggerak lahirnya kemerdekaan. “Kemerdekaan Indonesia bukan diberikan oleh penjajah, tetapi kemerdekaan Indonesia ini didapatkan karena adanya perjuangan, terutama karena ada pergerakan dari pemuda-pemuda, 17 tahun sebelum Indonesia merdeka berkumpul pemuda-pemuda dari seluruh Nusantara. Kita tahu pergerakan pemuda di awali 1908 tapi 1928 berkumpul sumpah pemuda,” lanjutnya.

Gubernur mengatakan bahwa saat ini, cita-cita kedaulatan, keadilan, dan pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan besar yang harus diperjuangkan. “Kalau bukan hari ini diluruskan, kalau bukan hari ini kita kembalikan sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa, cita-cita yang luhur, mungkin ke depan kita tidak akan punya jalan untuk meluruskan lagi,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti visi Indonesia Emas 2045, yang memproyeksikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Gubernur menekankan bahwa capaian tersebut harus benar-benar dinikmati oleh anak bangsa, terutama generasi muda dan mahasiswa. “Kita yang berusaha luruskan kedepan, bagaimana arah pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan tahun 2045 ini bisa selaras, bagaimana bisa sama dengan cita-cita pendiri bangsa kita inginkan. Kita ingin kedepan Indonesia tumbuh dengan tinggi, Indonesia tumbuh 8% tapi kita ingin pertumbuhan ini yang menikmati adalah anak-anak bangsa kita, mahasiswa-mahasiswa kita. Kalian hari ini adalah mahasiswa tapi 3 sampai 4 tahun kemudian kalian yang akan mengestafetkan negara ini,” tegasnya.

Gubernur juga kembali menegaskan bahwa mahasiswa adalah penerus-penerus bangsa dan negara sehingga suaranya sangat penting untuk didengar. “Kami, pemerintah tidak pernah menganggap mahasiswa sebelah mata. Kami sangat paham mahasiswa adalah estafetnya pemerintah, mahasiswa adalah masa depan negara, mahasiswa adalah penerus-penerus kami. Kami bekerja hari ini untuk mahasiswa, maka mahasiswa harus didengar dari sekarang,” tegasnya.

“Saya percaya BEM seluruh Indonesia adalah Kawah Candradimuka bagi lahirnya pemimpin bangsa. Di tangan kalian lah masa depan Indonesia dipertaruhkan karena itu harapan saya rakernas ini harus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Lahirkan gagasan konstruktif yang menjawab tantangan zaman sekaligus pegang teguhkan peran mahasiswa sebagai mitra kritis dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional,” pintanya.

Diakhir, Gubernur mengajak BEM SI untuk dapat berperan sebagai mitra kritis sekaligus strategis bagi pemerintah dalam upaya mewujudkan pembangunan nasional.

Pembukaan rakernas ditandai dengan pemukulan cetik oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani didampingi oleh Walikota Bandar Lampung yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandar Lampung Wilson Faisol, Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Muzammil Ihsan dan Ketua BEM UNILA M. Ammar Fauzan. Rakernas ini direncanakan akan berlangsung mulai dari tanggal 23 September sampai dengan 27 September 2025 dan dihadiri oleh lebih kurang 70 delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa dari seluruh universitas yang ada di Indonesia.

Baca Lainnya

Tim Inkanas Lampung Berangkat ke Seleknas, Targetkan Hasil Maksimal di Tengah Keterbatasan

25 April 2026 - 10:00 WIB

Peradi–UBL Buka PKPA 2026, Tegaskan Standar dan Integritas Profesi Advokat

25 April 2026 - 09:56 WIB

Ulama Didorong Jadi Garda Perdamaian Global, Deputi Kemenko PMK Soroti Peran Strategis di Lampung

25 April 2026 - 09:52 WIB

Dr. Marzuki Dilantik Jadi Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Periode 2026-2030

23 April 2026 - 07:14 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:56 WIB

Trending di Berita Utama