Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Berita Utama

Prof. Warsito Dorong Unila Kembangkan Kampung Prancis sebagai Wujud Kampus Berdampak

badge-check


					Prof. Warsito Dorong Unila Kembangkan Kampung Prancis sebagai Wujud Kampus Berdampak Perbesar

Metro, Lampung, 6 September 2026— Prof. Warsito, dosen FMIPA alumni Prancis, menghadiri pertemuan masyarakat Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro, Lampung. Kampung Prancis ini diresmikan oleh Wali Kota Metro bersama Rektor Universitas Lampung (Unila) pada Agustus tahun lalu, sebagai salah satu wujud program kampus berdampak Unila melalui pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Dr. Arie Fitria, dosen Hubungan Internasional FISIP Unila sekaligus alumni Prancis.

Kampung Prancis merupakan komunitas keturunan pekerja asal Jawa yang pada masa penjajahan Belanda, sekitar tahun 1896, diberangkatkan melalui kesepakatan Belanda dengan Prancis untuk bekerja di pertambangan nikel dan perkebunan di New Caledonia (Kaledonia Baru), sebuah wilayah Prancis di benua Australia. Setelah berpuluh-puluh tahun menetap dan banyak yang berkeluarga dengan masyarakat setempat sehingga fasih berbahasa dan mengenal budaya Prancis, mereka memilih kembali ke Indonesia melalui program transmigrasi dan mendirikan Blok Kaledonia di Desa Totokaton, yang memiliki keterikatan erat dengan Kota Metro.

Dalam kesempatan tersebut, Warsito menyampaikan bahwa keberadaan Kampung Prancis dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali modal sejarah untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia dengan Prancis.

“Belajar bahasa Prancis berarti belajar bahasa internasional, salah satu dari enam bahasa resmi internasional,” ujar Warsito.

Ia juga memandang bahwa tumbuhnya kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Kampung Prancis membuka peluang terjalinnya *Ville de Jumelage*, atau kerja sama kota kembar, antara Kota Metro dan salah satu kota di Prancis.

Sebagai alumni senior Prancis, Warsito turut mendorong agar langkah-langkah semacam ini sejak inisiasi pendiriannya dan terus agar dikembangkan oleh Unila sebagai bentuk konkret kampus berdampak.

“Inilah langkah-langkah konkret kampus berdampak yang harus terus dilakukan Unila: mengangkat sosial ekonomi masyarakat, hilirisasi inovasi riset, dan menjawab program-program SDGs,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri masyarakat Kampung Prancis, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan dosen Unila.

Baca Lainnya

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia

23 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots

23 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

23 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik

16 September 2026 - 09:16 WIB

Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

10 September 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama