Menu

Mode Gelap
Prof. Warsito Dorong Unila Kembangkan Kampung Prancis sebagai Wujud Kampus Berdampak PRANTARA Indonesia Bagikan Ribuan Masker Gratis, Bantu Warga Lampung Hadapi Debu Vulkanik DPP AKAR Lampung Akan Duduki Kementerian Kehutanan RI, Soroti Pemanfaatan Hutan Register dan Kawasan Konservasi Baliho Anak Wali Kota di Ruang Publik, KNPI Soroti Dugaan Tebang Pilih Penertiban oleh Pemkot Bandar Lampung Dekranasda Lampung Gandeng Pelaku Usaha Dorong Kuliner Lokal Tembus Pasar Lebih Luas Kriya Lampung Bersiap Tampil di Panggung Nasional, Tapis dan Sulam Usus Jadi Andalan

Berita Utama

Prof. Warsito Dorong Unila Kembangkan Kampung Prancis sebagai Wujud Kampus Berdampak

badge-check


					Prof. Warsito Dorong Unila Kembangkan Kampung Prancis sebagai Wujud Kampus Berdampak Perbesar

Metro, Lampung, 6 September 2026— Prof. Warsito, dosen FMIPA alumni Prancis, menghadiri pertemuan masyarakat Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro, Lampung. Kampung Prancis ini diresmikan oleh Wali Kota Metro bersama Rektor Universitas Lampung (Unila) pada Agustus tahun lalu, sebagai salah satu wujud program kampus berdampak Unila melalui pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Dr. Arie Fitria, dosen Hubungan Internasional FISIP Unila sekaligus alumni Prancis.

Kampung Prancis merupakan komunitas keturunan pekerja asal Jawa yang pada masa penjajahan Belanda, sekitar tahun 1896, diberangkatkan melalui kesepakatan Belanda dengan Prancis untuk bekerja di pertambangan nikel dan perkebunan di New Caledonia (Kaledonia Baru), sebuah wilayah Prancis di benua Australia. Setelah berpuluh-puluh tahun menetap dan banyak yang berkeluarga dengan masyarakat setempat sehingga fasih berbahasa dan mengenal budaya Prancis, mereka memilih kembali ke Indonesia melalui program transmigrasi dan mendirikan Blok Kaledonia di Desa Totokaton, yang memiliki keterikatan erat dengan Kota Metro.

Dalam kesempatan tersebut, Warsito menyampaikan bahwa keberadaan Kampung Prancis dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali modal sejarah untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia dengan Prancis.

“Belajar bahasa Prancis berarti belajar bahasa internasional, salah satu dari enam bahasa resmi internasional,” ujar Warsito.

Ia juga memandang bahwa tumbuhnya kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Kampung Prancis membuka peluang terjalinnya *Ville de Jumelage*, atau kerja sama kota kembar, antara Kota Metro dan salah satu kota di Prancis.

Sebagai alumni senior Prancis, Warsito turut mendorong agar langkah-langkah semacam ini sejak inisiasi pendiriannya dan terus agar dikembangkan oleh Unila sebagai bentuk konkret kampus berdampak.

“Inilah langkah-langkah konkret kampus berdampak yang harus terus dilakukan Unila: mengangkat sosial ekonomi masyarakat, hilirisasi inovasi riset, dan menjawab program-program SDGs,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri masyarakat Kampung Prancis, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan dosen Unila.

Baca Lainnya

PRANTARA Indonesia Bagikan Ribuan Masker Gratis, Bantu Warga Lampung Hadapi Debu Vulkanik

6 September 2026 - 07:24 WIB

DPP AKAR Lampung Akan Duduki Kementerian Kehutanan RI, Soroti Pemanfaatan Hutan Register dan Kawasan Konservasi

5 September 2026 - 09:38 WIB

Baliho Anak Wali Kota di Ruang Publik, KNPI Soroti Dugaan Tebang Pilih Penertiban oleh Pemkot Bandar Lampung

4 September 2026 - 16:31 WIB

Dekranasda Lampung Gandeng Pelaku Usaha Dorong Kuliner Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

4 September 2026 - 16:05 WIB

Kriya Lampung Bersiap Tampil di Panggung Nasional, Tapis dan Sulam Usus Jadi Andalan

4 September 2026 - 16:02 WIB

Trending di Berita Utama