Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Berita Utama

Merawat Turats, Menyapa Teknologi: FAHADA IAI Darul Fattah Lampung Hidupkan Hari Bahasa Arab Dunia

badge-check


					Merawat Turats, Menyapa Teknologi: FAHADA IAI Darul Fattah Lampung Hidupkan Hari Bahasa Arab Dunia Perbesar

BANDAR LAMPUNG — Bahasa Arab bukan sekadar deretan kaidah dan kosakata. Ia adalah pintu peradaban, jembatan ilmu, sekaligus napas panjang tradisi keilmuan Islam. Nuansa itulah yang terasa kuat di Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung saat civitas akademika kampus tersebut memperingati Hari Bahasa Arab Dunia melalui rangkaian FAHADA (Festival Hari Bahasa Arab Dunia), yang digelar pada 20–21 Desember 2025.

Festival ini dibuka dengan sebuah ruang sunyi yang penuh makna: bedah buku. Pada Sabtu (20/12/2025), sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) larut dalam diskusi intensif atas buku Gramatika Arab Qur’ani: Studi, Metode, dan Strategi Kreatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Tidak kurang dari 30 tim penulis mempresentasikan hasil telaah kritis mereka—bukan sekadar merangkum isi buku, tetapi menggugat, menafsir, dan merangkai ulang gagasan demi penguatan literasi akademik.
Di forum itu, bahasa Arab tidak diperlakukan sebagai mata kuliah semata, melainkan sebagai medan berpikir. Para mahasiswa belajar berdialog dengan teks, menimbang metode, dan membayangkan strategi kreatif pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.

Atmosfer intelektual tersebut mencapai puncaknya keesokan hari, Sabtu (21/12/2025), saat Seminar Internasional Bahasa Arab digelar di Aula IAI Darul Fattah Lampung. Mengusung tema “Turats dan Teknologi sebagai Pilar Pembelajaran Bahasa Arab Modern”, seminar ini diikuti sekitar 500 peserta secara hybrid—150 hadir langsung, sementara 350 lainnya bergabung secara daring dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Rektor IAI Darul Fattah Lampung, Dr. Ahmad Hadi Setiawan, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak boleh berjalan di tempat. Dunia pendidikan, ujarnya, telah melintasi fase 1.0 hingga 5.0, sehingga pendekatan pembelajaran pun harus adaptif tanpa tercerabut dari akar keilmuan.
“Prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah harus menjadi kompas kita,” tegasnya, merujuk pada pentingnya menjaga tradisi lama yang baik sembari mengadopsi pembaruan yang lebih relevan.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, KH. Aryasin, S.Pd.I, menyampaikan pesan yang lebih membumi. Ia mendorong mahasiswa agar tidak ragu dan minder dalam berbahasa Arab. “Bahasa itu soal keberanian dan kebiasaan. Jangan takut salah, yang penting terus mencoba dan berlatih,” ujarnya, disambut anggukan para peserta.

Seminar internasional ini menghadirkan pemikir-pemikir lintas disiplin dan negara. Prof. Dr. Danial Hilmi, M.Pd, Guru Besar Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menekankan bahwa bahasa Arab harus tetap berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Menurutnya, bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga medium penanaman nilai dan pembentukan karakter.
Dari Mesir, Prof. Dr. Tamer Sa’ad Ibrahim Khedr (Qaanat Suez University) membawa peserta menelusuri jejak sejarah masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-2 Hijriah. Ia mengingatkan pentingnya merawat turats dan karya ulama Nusantara agar tidak hilang ditelan zaman.

Sementara itu, Dr. Ahmad Habibi Syahid, MA.Pd dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengulas wajah masa depan pembelajaran bahasa Arab di era kecerdasan buatan. Ia memaparkan pemanfaatan chatbots, alat koreksi bahasa otomatis, hingga teknologi text to speech sebagai peluang baru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, efektif, dan kontekstual.
Melalui FAHADA, IAI Darul Fattah Lampung seolah ingin menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: bahasa Arab adalah warisan yang hidup. Ia perlu dirawat dengan kesadaran sejarah, sekaligus disemai dengan inovasi teknologi. Dari ruang bedah buku hingga forum internasional, festival ini menegaskan kembali bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan peradaban—yang terus relevan, selama ia dibaca, dipelajari, dan dihidupkan dengan semangat zaman.

Baca Lainnya

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia

23 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots

23 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

23 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik

16 September 2026 - 09:16 WIB

Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

10 September 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama