Lampung Timur – Mecca Naysila Samara, putri pertama dari pasangan Novis Pawarman dan Yanuri Pati Satriana, saat ini bersekolah di SMP IT Baitul Muslim. Di sekolah, ia dikenal dengan panggilan Mecca, sementara di rumah, keluarga sering memanggilnya Nayla. Bahkan, datuk Abdul Halim pun menyebutnya dengan panggilan Kartini, mengingat Mecca lahir di bulan April.
Kami semua mendoakan agar Mecca Naysila Samara dapat menjadi penerus semangat perjuangan Kartini di masa depan.

Mecca, yang memiliki perawakan ceria, mandiri, penuh tanggung jawab, dan selalu tersenyum, kini telah menjalani tiga tahun pendidikan di SMP IT Baitul Muslim. Sejak awal, ia memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut, dengan mengikuti program takhosus (spesialisasi) yang ada.
Lahir di Desa Adi Rejo, 21 April 2010, Mecca tumbuh di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Meskipun tinggal bersama ibundanya di Jabung, ia selalu memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua dan negara.
Beberapa prestasi yang telah diraih oleh Mecca antara lain adalah juara 3 dalam lomba PBB (Peraturan Baris Berbaris), dan yang lebih membanggakan lagi, ia telah menghafal Al-Qur’an juz 26, 27, 28, 29, dan 30. Pada 14 Februari 2025, Mecca berhasil menambah hafalannya dengan menghafal juz 26.
Sejak duduk di bangku SMP, Mecca telah menuntut ilmu di luar desa kelahirannya, dengan tujuan agar dapat menjadi pribadi yang bermanfaat, sukses, dan mampu bersaing. Keputusan ini tidak terlepas dari arahan kedua orang tuanya yang selalu mendukungnya.
Meskipun Jabung dikenal dengan citra yang kurang baik, kini daerah ini mulai dikenal dengan semakin banyaknya prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak muda di sana. Mecca pun menjadi salah satu bukti bahwa dengan tekad yang kuat, siapa pun bisa meraih sukses.
Mecca memiliki ayah kandung yang tinggal di Bandar Lampung, namun ia tinggal di Jabung bersama ibunya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMP IT Baitul Muslim, Mecca bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan di MAN 1 Bandar Lampung, khususnya dalam program prestasi tahfidz yang akan diselenggarakan pada 25-27 Februari 2025.
Mecca juga memiliki impian besar untuk menjadi seorang guru, dosen, atau dokter, dan bercita-cita untuk kuliah di Mesir.
Novis Pawarman, orang tua Mecca, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru dan ustadzah yang telah membimbing Mecca selama tiga tahun di pondok. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ustadzah Rini Dwi Anjela atas komunikasi yang selalu terjalin dengan Mecca selama berada di pondok.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap guru SMP IT Baitul Muslim yang telah membimbing Mecca dengan ikhlas selama tiga tahun ini. Mohon doanya agar Mecca terus mengukir prestasi dan membanggakan almamater, negara, dan keluarga,” ujar Novis.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif dari keluarga, sahabat, dan masyarakat yang telah mendukung Mecca selama ini, sehingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang dewasa, cerdas, pemberani, mandiri, dan bertanggung jawab.










