Lampung Tengah, 19 Mei 2025— Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menjadi tuan rumah Diskusi Kerukunan Antar Umat Beragama yang digelar di Komplek Nuwo Balak, Perumahan Dinas Bupati Lampung Tengah, Selasa pagi (19/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK RI, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Zulfikar Irwan, Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain, Plt. Kepala Kesbangpol Lampung Tengah Rahmat Danil, Ketua FKUB Lampung Tengah KH. Mutawalli, perwakilan dari PKUB Kemenag Herry Susanto serta para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pengurus FKUB setempat.
Dalam sambutannya, Deputi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK RI menegaskan bahwa kehidupan rukun antar umat beragama merupakan fondasi yang tidak dapat ditawar dalam proses pembangunan bangsa.

“Kerukunan bukan sekadar nilai luhur yang kita jaga, tetapi merupakan pilar utama dalam transformasi sosial dan prasyarat nyata bagi pembangunan nasional yang termaktub dalam RPJMN,” ujar Warsito.
Warsito juga menyoroti capaian positif Provinsi Lampung dan Lampung Tengah khususnya dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang mencapai 80.36 (2025), dan berada di atas rata-rata nasional (77,89). Dengan keunggulan tersebut, Lampung Tengah dinilai layak menjadi percontohan bagi daerah lain.
“Lampung Tengah dengan segala kebhinnekaannya diharapkan menjadi percontohan, baik di tingkat Provinsi Lampung maupun secara nasional, bahwa pluralitas agama bukan hambatan, melainkan kekuatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Warsito menekankan pentingnya memperkuat dimensi kerja sama dalam tiga pilar kerukunan umat beragama yaitu: toleransi, kesetaraan, dan kerja sama, yang selama ini dinilai masih tertinggal dibanding dua pilar lainnya, dengan nilai di bawah 70.
“Data nasional indeks KUB menunjukkan bahwa pilar kerja sama antar umat beragama masih rendah. Kita perlu mewujudkan kerja sama itu secara konkret, misalnya melalui pembentukan koperasi bersama atau forum kolaborasi lintas agama yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Warsito yang juga mantan Dekan FMIPA Unila, juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur semata tidak cukup tanpa dibarengi pembangunan sosial masyarakat, yang mencakup penguatan inklusi sosial, kohesi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Literasi di ruang digital juga menjadi perhatian penting karena sering menjadi pemicu ketidakharmonisan di dunia nyata.
Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyambut hangat terselenggaranya kegiatan ini dan mengungkapkan komitmen pemerintah daerah dalam merawat kerukunan di wilayahnya.
“Lampung Tengah adalah kabupaten yang kaya akan keberagaman agama dan keyakinan. Kami mendukung dam siap mengawal penuh kegiatan ini,” kata Koheri, yang juga sebagai bagian dari FKUB Lampung Tengah.
Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Asdep Bina Keagamaan Kemenko PMK Asep Sunandar, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Zulkarnain, Ketua FKUB Lampung Tengah KH Mutawalli, dan Plt. Kepala Kesbangpol Lampung Tengah yang mengupas berbagai peluang dan tantangan dalam memperkuat kerukunan umat beragama di tingkat kabupaten.
Sesi diskusi diakhiri dengan agenda kunjungan lapangan dan dialog bersama warga di Desa Fajar Mataram Lampung Tengah.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat mendorong sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan Lampung Tengah sebagai daerah percontohan kerukunan umat beragama di Indonesia.










