Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Berita Utama

Dinilai Serampangan, Proyek Pemasangan Jaringan Pipa SPAM Senilai Rp. 80 Miliar Diberhentikan Warga

badge-check


					Dinilai Serampangan, Proyek Pemasangan Jaringan Pipa SPAM Senilai Rp. 80 Miliar Diberhentikan Warga Perbesar

Lampung – Warga  RT 16 Kelurahaan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung protes dan menghentikan proyek pemasangan jaringan pipa distribusi sistem pompa SPAM, senilai Rp. 80 Miliar. Warga Protes karena penggalian dilakukan secara serampangan, dan menimbulkan gundukan tanah. “Kami minta penggalian dihentikan bekas galiannya karut-marut. Tidak dirapihkan seperti semula,” ujar Tony Bakrie salahsatu warga, Selasa, 9 Febuari 2021. 

Selain itu, lanjut Toni Bakrie, dampak dari pengerjaan proyek yang dibiayai melalui APBN secara multiyears ini menyebabkan penyempitan jalan. Sehingga diyakini berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Mereka kerja semaunya aja, tidak ada plang tulisan awas ada galian, mobil dan motor yang lalu lalang jadi susah,” tukasnya. 

Tony meminta pihak PT. Kartika Ekayasa yang mengerjakan proyek tersebut untuk menghentikan terlebih dahulu pekerjaan sebelum tuntuan dipenuhi. “Kami minta perusahaan ini mematuhi aturan, galian yang digali harus dirapihkan seperti semua, kalau awalnya aspal diganti aspal, kalau dicor, harus ganti cor. Bukan semaunya jadi kacau dan ada gundukan semaunya saja,” tegasnya. 

Toni Bakrie juga meminta perusahaan memfasilitasi para pekerjanya Kesehatan dan Keselamatan (K3) termasuk APD. Karena hampir semua pekerja yang melakukan penggalian tidak memakai APD. “Itu semua pekerja gak ada yang pakai APD, kami minta perusahaan membekali pekerja dengan APD seperti masker,” pungkasnya 

Menyikapi aksi protes warga RT 16 tersebut, Lurah Pematang Wangi, Tony Ardiansyah meminta pihak perusahaan memenuhi tuntutan warga.”kita sudah mediasi tadi dan kita minta peruahaan menghentikan dulu penggalian sebelum semua tuntutan warga dipenuhi,” ujar Tony. 

Terpisah, Pihak dari PT. Kartika Ekayasa, Geri mengatakan akan menyampaikan keluhan dan protes masyarakat ini ke pimpinan perusahaan terlebih dahulu. Geri juga menegaskan perusahaan telah memberikan fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) kepada para pekerjanya. Namun, pekerja tidak mau menggunakan APD. “Akan kami meetingkan dulu ke bos,” ujarnya.

Baca Lainnya

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia

23 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots

23 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

23 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik

16 September 2026 - 09:16 WIB

Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031

10 September 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama