Menu

Mode Gelap
Petani hingga Mahasiswa Bersatu, Ribuan Orang Demo Dukung Program Makan Bergizi Gratis IKA Untirta Lampung Dukung Penguatan Ekosistem Pekerja Migran Heroik! Satpam BRI Curup Selamatkan Motor Warga yang Terbakar di Lebong YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Beras untuk Santri di Ponpes Nurul Anwar Lampung Tengah YBM BRILiaN Region 5 Bandar Lampung Salurkan Program Berbagi Beras Santri untuk Pondok Pesantren Al Huda, Lampung Timur BRI Bandarjaya Gelar Gathering BRILink Agen Se-Lampung Tengah, Perkuat Sinergi dan Edukasi Keuangan Masyarakat

Berita Utama

Dinilai Serampangan, Proyek Pemasangan Jaringan Pipa SPAM Senilai Rp. 80 Miliar Diberhentikan Warga

badge-check


					Dinilai Serampangan, Proyek Pemasangan Jaringan Pipa SPAM Senilai Rp. 80 Miliar Diberhentikan Warga Perbesar

LampungWarga  RT 16 Kelurahaan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung protes dan menghentikan proyek pemasangan jaringan pipa distribusi sistem pompa SPAM, senilai Rp. 80 Miliar. Warga Protes karena penggalian dilakukan secara serampangan, dan menimbulkan gundukan tanah. “Kami minta penggalian dihentikan bekas galiannya karut-marut. Tidak dirapihkan seperti semula,” ujar Tony Bakrie salahsatu warga, Selasa, 9 Febuari 2021. 

Selain itu, lanjut Toni Bakrie, dampak dari pengerjaan proyek yang dibiayai melalui APBN secara multiyears ini menyebabkan penyempitan jalan. Sehingga diyakini berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Mereka kerja semaunya aja, tidak ada plang tulisan awas ada galian, mobil dan motor yang lalu lalang jadi susah,” tukasnya. 

Tony meminta pihak PT. Kartika Ekayasa yang mengerjakan proyek tersebut untuk menghentikan terlebih dahulu pekerjaan sebelum tuntuan dipenuhi. “Kami minta perusahaan ini mematuhi aturan, galian yang digali harus dirapihkan seperti semua, kalau awalnya aspal diganti aspal, kalau dicor, harus ganti cor. Bukan semaunya jadi kacau dan ada gundukan semaunya saja,” tegasnya. 

Toni Bakrie juga meminta perusahaan memfasilitasi para pekerjanya Kesehatan dan Keselamatan (K3) termasuk APD. Karena hampir semua pekerja yang melakukan penggalian tidak memakai APD. “Itu semua pekerja gak ada yang pakai APD, kami minta perusahaan membekali pekerja dengan APD seperti masker,” pungkasnya 

Menyikapi aksi protes warga RT 16 tersebut, Lurah Pematang Wangi, Tony Ardiansyah meminta pihak perusahaan memenuhi tuntutan warga.”kita sudah mediasi tadi dan kita minta peruahaan menghentikan dulu penggalian sebelum semua tuntutan warga dipenuhi,” ujar Tony. 

Terpisah, Pihak dari PT. Kartika Ekayasa, Geri mengatakan akan menyampaikan keluhan dan protes masyarakat ini ke pimpinan perusahaan terlebih dahulu. Geri juga menegaskan perusahaan telah memberikan fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) kepada para pekerjanya. Namun, pekerja tidak mau menggunakan APD. “Akan kami meetingkan dulu ke bos,” ujarnya.

Baca Lainnya

Petani hingga Mahasiswa Bersatu, Ribuan Orang Demo Dukung Program Makan Bergizi Gratis

22 Juni 2026 - 06:36 WIB

IKA Untirta Lampung Dukung Penguatan Ekosistem Pekerja Migran

18 Juni 2026 - 16:14 WIB

Heroik! Satpam BRI Curup Selamatkan Motor Warga yang Terbakar di Lebong

17 Juni 2026 - 06:43 WIB

YBM BRILiaN Region 5 Bandar Lampung Salurkan Program Berbagi Beras Santri untuk Pondok Pesantren Al Huda, Lampung Timur

12 Juni 2026 - 06:49 WIB

BRI Bandarjaya Gelar Gathering BRILink Agen Se-Lampung Tengah, Perkuat Sinergi dan Edukasi Keuangan Masyarakat

12 Juni 2026 - 06:38 WIB

Trending di Berita Utama