Menu ✖

Mode Gelap
Ketua MPR RI Ahmad Muzani Apresiasi Prestasi SMA YP Unila, Dorong Jadi Laboratorium Pendidikan Indonesia Letupan dari Lampung: PSHT Pusat Madiun Konsolidasi Kehumasan dan Penguatan Grassroots Disdikbud Lampung Dorong Kolaborasi SMA Negeri dan Swasta untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Data Pribadi Diduga Bocor, Ketum IWO Somasi Indah Logistik Prof Warsito Rampungkan Tes Kesehatan Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031 PRANTARA Apresiasi Kejagung Bongkar Mafia Korporasi di Lampung

Uncategorized

Dampak Covid – 19, Ekonomi AS Minus 4,8 Persen di Kuartal I – 2020

badge-check


					Dampak Covid – 19, Ekonomi AS Minus 4,8 Persen di Kuartal I – 2020 Perbesar

Jakarta – Ekonomi Amerika Serikat (AS) anjlok 4,8% pada kuartal pertama tahun ini, menjadi bukti bahwa wabah COVID-19 mampu melumpuhkan ekonomi negara Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia tersebut.

Ini menjadi PDB negatif yang kedua bagi AS setelah kuartal I-2014, yang saat itu minus 1,1%. Bahkan, capaian kuartal I-2020 ini menjadi yang terburuk sejak krisis finansial 2008, di mana PDB AS minus 8,4% pada kuartal IV-2008.

Ekonom dalam survei Dow Jones telah memperkirakan, PDB Negara Adidaya tersebut bakal terkontraksi alias minus -3,5%. Kontraksi ekonomi menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi sebuah negara tidak bertambah dan bahkan menyusut.

Komponen yang menyeret jatuh ekonomi AS adalah belanja konsumen, investasi asing di pasar obligasi, ekspor dan inventori. Sebaliknya, investasi domestic di pasar surat utang dan belanja pemerintah AS membantu mengerem laju penurunan ekonomi.

Belanja masyarakat yang saat ini menyumbang 67% dari PDB AS terpelanting hingga 7,6% pada periode kuartal I-2020 menyusul penutupan toko dan restoran akibat karantina wilayah (lockdown) parsial.

Secara teoritis, saat ini AS belum terkategori masuk jurang resesi, karena biasanya predikat ‘resesi’ baru disematkan ketika ekonomi turun selama dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal IV-2019, ekonomi AS tercatat masih tumbuh 2,1%.

Namun, suara mengenai resesi kian menguat karena efek pandemi COVID-19 baru tercermin pada beberapa pekan terakhir saja sehingga kurang mencerminkan situasi. Apalagi, Biro Analisis Ekonomi AS mengakui bahwa pembacaan awal ini kemungkinan tidak akurat. (Net)

Baca Lainnya

Keselamatan Anak Didik Jadi Prioritas, PJJ di Lampung Berlanjut hingga 10 September

8 September 2026 - 17:12 WIB

KNPI Tuding Pemkot Bandar Lampung Biarkan Kebocoran PAD dan Pelanggaran Tata Ruang Demi Baliho Anak Wali Kota

7 September 2026 - 06:26 WIB

BKK Kelas I Panjang dan Seluruh Insan Maritim Susun Dokumen Rencana Kontingensi di Pelabuhan Teluk Semaka

11 Agustus 2026 - 13:14 WIB

YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Beras untuk Santri di Ponpes Nurul Anwar Lampung Tengah

12 Juni 2026 - 06:51 WIB

Pemprov Lampung Dorong 1.000 Lulusan SMA Tembus Kerja Internasional

21 April 2026 - 14:02 WIB

Trending di Uncategorized