Menu

Mode Gelap
Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Tinjau Kesiapan Calon Siswa dan Dukungan bagi Keluarga Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Pesenggiri Festival 2026 Harganas ke-33, Pemprov Lampung Perkuat Pembangunan SDM Melalui Ketahanan Keluarga Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Bangun Lampung Maju Wagub Jihan Jadikan Nobar Piala Dunia Momentum Perkuat Silaturahmi dan UMKM Buka PKL PMII, Wagub Jihan Tekankan Pentingnya Mencetak Pemimpin Masa Depan

Berita Utama

Aprilliati Imbau Masyarakat Bijak dalam Bermedsos

badge-check


					Aprilliati Imbau Masyarakat Bijak dalam Bermedsos Perbesar

Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Aprilliati SH MH mengajak masyarakat Lampung, khususnya Bandarlampung untuk bijak dalam bermedsos.

Hal ini disampaikannya saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan kebangsaan di Kelurahan Pematang Wangi, Tanjung Senang, Bandarlampung (30/1).

Menurut April, media sosial memiliki dampak positif dan juga negatif bagi kita dalam kehidupan bermasyarakat. “Baru-baru ini kita disuguhkan kabar hoax yang dilakukan seorang ibu di Mesuji yang menyebarkan berita ujaran kebencian tentang partai kami (PDI Perjuangan) terkhusus Ibu Ketua Umum. Nah, ini contoh dampak negatif dari adanya media sosial,” jelasnya.

Hal ini, menurutnya karena kurang ditanamkannya nilai-nilai Pancasila dalam diri seseorang. “Makanya selalu saya tegaskan, jangan hafal lima silanya saja, pahami dan implementasikan juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ucap Anggota Komisi V DPRD Lampung ini.

Sementara, Ketua Bamusi PDI Perjuangan Lampung Ust Suparman Abdul Karim yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut mengingatkan kepada masyarakat untuk membentengi diri dari hal-hal yang merusak Pancasila di tengah masyarakat, seperti halnya Paham Radikalisme.

“Akhir-akhir ini kita disuguhkan pemberitaan mengenai Khilafatul Muslimin yang notabenenya tidak percaya terhadap pemerintah dan kerap melakukan ujaran kebencian terhadap pemerintah. Ini harus kita hindari. Caranya dengan memahami nilai-nilai dalam Pancasila,” jelas Suparman.

 

Sebab menurutnya, radikalisme bisa menyusup ke tengah masyarakat karena ideologi kita mulai terkikis. “Usia remaja juga merupakan fase yang paling rawan dalam membentuk pola berpikir. Masa tersebut merupakan saat pikiran seorang individu sedang mencari jati diri,” ucapnya.

Suparman menjelaskan kenapa bisa muncul paham radikalisme dan terorisme di masyarakat dengan dalih agama. Menurutnya, agama yang berasal dari tuhan itu suci tapi menjadi tercemar ketika sudah sampai ke manusia.

“Ketika agama diturunkan kepada nabi dan utusan ini masih suci, ketika ditransfer ke penyampai agama mulai tercemar apalagi ini sudah beribu tahun jaraknya. Jadi tidak semua penceramah atau penceramah itu maunya Allah seperti itu, sehingga bisa ada malpraktik agama,” kata dia.

Ia melanjutkan, radikalisme dan terorisme adalah virus, sedangkan vaksinnya yang paling efektif adalah menggunakan bahasa agama. Pemikiran tersebut harus dilawan dengan pemikiran kepancasilaan dan disosialisasikan langsung ke masyarakat.

Baca Lainnya

Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Tinjau Kesiapan Calon Siswa dan Dukungan bagi Keluarga

3 Juli 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Pesenggiri Festival 2026

3 Juli 2026 - 15:00 WIB

Harganas ke-33, Pemprov Lampung Perkuat Pembangunan SDM Melalui Ketahanan Keluarga

2 Juli 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Bangun Lampung Maju

2 Juli 2026 - 15:06 WIB

Wagub Jihan Jadikan Nobar Piala Dunia Momentum Perkuat Silaturahmi dan UMKM

1 Juli 2026 - 23:09 WIB

Trending di Berita Utama