Menu

Mode Gelap
Tim Inkanas Lampung Berangkat ke Seleknas, Targetkan Hasil Maksimal di Tengah Keterbatasan Peradi–UBL Buka PKPA 2026, Tegaskan Standar dan Integritas Profesi Advokat Ulama Didorong Jadi Garda Perdamaian Global, Deputi Kemenko PMK Soroti Peran Strategis di Lampung Dr. Marzuki Dilantik Jadi Rektor Universitas Muhammadiyah Lampung Periode 2026-2030 Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027 IJP Lampung Meriahkan Hari Kartini dengan Laga Minisoccer Pakai Daster

Uncategorized

Abiyyu Keano El Husin, Bocah Lampung Berprestasi Hingga Kancah Internasional

badge-check


					Abiyyu Keano El Husin, Bocah Lampung Berprestasi Hingga Kancah Internasional Perbesar

Di usia sembilan tahun, ketika sebagian besar anak seusianya masih sibuk berlari di lapangan atau menekuni permainan daring, Abiyyu Keano El Husin sudah lebih dulu melangkah ke panggung yang lebih besar.

Anak dari Ferry Ardiansyah, Pejabat di Pemprov Lampung, Keano merupakan anak keempat dari lima bersaudara ini lahir dan tumbuh di Lampung, membawa semangat yang tampak lebih besar dari tubuh mungilnya. Sehari-hari, Keano adalah bocah dengan energi berlimpah. Ia berenang dengan riang, bermain futsal bersama teman-teman, lalu kembali tenggelam dalam coretan-coretan gambar yang menjadi pelarian imajinasinya.

Namun, dari balik rutinitas penuh keriangan itu, tersembunyi sebuah kesungguhan: hasrat untuk terus belajar dan berkarya. Sejak duduk di bangku kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung, bakatnya perlahan mengemuka. Ia jatuh cinta pada bahasa Inggris, menyelami sains, dan menemukan kegembiraan dalam seni bercerita. Tiga dunia itu kemudian menjadi pilar yang menuntunnya pada jalan prestasi—jalan yang membawanya melampaui batas usia.

Prestasi dari Daerah ke Panggung Nasional

Tahun 2024 menjadi saksi awal gemilangnya. Di Lampung, Keano berdiri di podium pertama Show and Tell Competition yang digelar oleh Universitas Lampung. Tidak cukup dengan satu piala, ia kembali menancapkan namanya sebagai juara pertama Story Telling MUSICOM Lampung di tahun yang sama.

 

Kedua kemenangan itu ibarat penegasan: kemampuan berbahasa Inggris Keano bukan sekadar hobi, melainkan keterampilan yang tumbuh matang sejak dini.

Langkahnya kemudian meluas ke panggung nasional. Medali emas Kompetisi Sains Merdeka Indonesia 2023 menjadi torehan awal. Lalu, ia meraih juara pertama Story Telling Mentari English Competition 2024. Piala demi piala berpindah ke tangannya: Gold Medal NOSEC English Olympiad 2024, hingga gelar Best of The Best 2 Story Telling Contest Top Star Indonesia 2025.

 

Deretan prestasi itu membentuk semacam jalur emas: jalan yang ditempuh anak sembilan tahun menuju panggung besar negeri.

Menyentuh Ranah Internasional

Batas geografi rupanya tak sanggup menghentikan langkah Keano. Di tahun 2025, ia menorehkan sejarah baru bagi dirinya sendiri. Dari ajang International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC), ia pulang membawa medali perak.

 

Tak berhenti di situ, namanya tercatat sebagai finalis International Science Olympiad Contest – Mathematics 2025. Dengan capaian itu, Keano tak hanya sekadar anak Lampung, melainkan potret generasi muda Indonesia yang mulai diperhitungkan di panggung dunia.

 

Di sela-sela aktivitas akademik, Keano juga menyalurkan energinya ke dunia digital. Ia aktif sebagai content creator anak, membagikan konten edukasi bahasa Inggris dan potongan kecil kesehariannya.

 

Melalui layar ponsel dan platform media sosial, ia menyampaikan pesan sederhana namun kuat: bahwa belajar bahasa Inggris bisa menyenangkan, seru, dan berguna.

 

Namun, Keano tak pernah lupa menjejak di tanah. Ia tetap menempatkan sekolah sebagai prioritas utama. Di balik disiplin itu, berdiri sang ibu yang memberi dukungan penuh. Dengan pembagian waktu yang rapi—antara belajar, les, hingga membuat konten—ia membuktikan bahwa produktif bukan berarti kehilangan masa kecil yang ceria.

 

Pesan untuk Generasi Sebaya

Meski masih belia, Keano sudah memiliki pandangan jauh ke depan. Ia mengajak teman-temannya keluar dari zona nyaman, tak takut gagal, dan berani mengejar mimpi.

 

“Setiap hari adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang,” begitu pesannya, seolah hendak mengingatkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkarya.

 

Motto hidupnya sederhana, namun penuh daya dorong:

“Keep it real, keep it moving, and never stop leveling up!”

Keano adalah cermin: bahwa di balik tawa masa kecil, tersimpan bara semangat yang bisa menerangi jalan banyak orang.

Dari Lampung ia berangkat, dengan segudang prestasi ia melangkah, dan mungkin kelak, namanya akan tercatat sebagai salah satu anak bangsa yang mengharumkan Indonesia di mata dunia.

Baca Lainnya

Pemprov Lampung Dorong 1.000 Lulusan SMA Tembus Kerja Internasional

21 April 2026 - 14:02 WIB

Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya

14 April 2026 - 05:56 WIB

Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Dimulai, Warga Tulang Bawang Sambut Antusias

7 April 2026 - 04:18 WIB

Gubernur Mirza Resmikan 2.651 Posbankum di Lampung, Dorong Akses Keadilan hingga Desa

9 Maret 2026 - 15:21 WIB

Pemprov Lampung Beri Dukungan Nyata bagi Pesantren untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan

7 Maret 2026 - 19:38 WIB

Trending di Uncategorized