Universitas Lampung mencatat lonjakan minat calon mahasiswa pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dari total 26.957 peminat, sebanyak 2.866 peserta dinyatakan lolos seleksi, menegaskan posisi Unila sebagai salah satu tujuan favorit pendidikan tinggi di Sumatra.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Suripto Dwi Yuwono, menyebut tren peningkatan ini sebagai indikator kuat tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kualitas akademik kampus. “Jumlah pendaftar unik mencapai 19.333 siswa, dengan sebaran asal sekolah yang semakin luas,” ujarnya dalam konferensi pers di Rektorat Unila, Selasa (31/3/2026).

Dominasi pendaftar masih berasal dari jenjang SMA sebesar 65 persen. Namun, kontribusi SMK dan MA menunjukkan peningkatan, mencerminkan semakin inklusifnya akses pendidikan tinggi. Dari sisi hasil seleksi, lulusan SMA mendominasi penerimaan hingga 75 persen, disusul SMK 24 persen dan MA 1 persen.
Secara geografis, mayoritas pendaftar berasal dari Provinsi Lampung. Meski demikian, Unila juga menarik minat siswa dari berbagai daerah lain seperti Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Banten, hingga DKI Jakarta. Hal ini menunjukkan daya tarik Unila yang kian meluas di tingkat nasional.
Persaingan paling ketat di kelompok saintek terjadi pada Program Studi Gizi dengan rasio 1:90, diikuti Farmasi (1:38) dan Sistem Informasi (1:35). Sementara di kelompok soshum, Manajemen menjadi program studi terfavorit dengan rasio 1:27.
Di tingkat daerah, Kota Bandar Lampung menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak yang lolos, mencapai 1.013 siswa. Sejumlah sekolah juga mencatat capaian signifikan, di antaranya SMA Negeri 7 Bandar Lampung dengan 88 siswa lolos SNBP, diikuti SMA Negeri 3 Bandar Lampung dan MAN 1 Bandar Lampung.
Selain capaian akademik, aspek pemerataan akses juga menjadi sorotan. Sekretaris PMB Unila, Hero Satrian Arif, mengungkapkan hampir 45 persen mahasiswa yang diterima masuk dalam skema KIP Kuliah. “Ini menunjukkan komitmen Unila dalam membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.
Unila memastikan seluruh proses SNBP berjalan sesuai ketentuan nasional, dengan kuota minimal 20 persen dari total daya tampung. Bagi peserta yang belum lolos, kesempatan masih terbuka melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun seleksi mandiri.
Dengan capaian ini, Unila menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, seiring meningkatnya minat generasi muda untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.










